BerAmal Perkuat Infrastruktur Pertanian, Pemprov Sulsel Alokasikan Rp131,52 Miliar untuk Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Bone

oleh -95 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Deru alat berat memecah keheningan pagi di Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone. Di tengah hamparan sawah yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup pada aliran air irigasi, sebuah langkah besar dimulai. Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM bersama Gubernur Sulawesi Selatan, H. Andi Sudirman Sulaiman, menandai dimulainya rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Bengo melalui prosesi ground breaking yang menjadi simbol dimulainya pembangunan infrastruktur pertanian strategis di wilayah tersebut.

Bagi masyarakat Bone, kegiatan ini bukan sekadar seremoni pembangunan. Di balik peletakan batu pertama itu tersimpan harapan ribuan petani yang selama ini menghadapi tantangan distribusi air akibat kondisi jaringan irigasi yang telah menua.

Rehabilitasi DI Bengo merupakan bagian dari Paket 2 Multi Years Project (MYP) rehabilitasi jaringan irigasi yang mencakup Kabupaten Bone, Soppeng, dan Wajo dengan total anggaran mencapai Rp268,9 miliar. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga telah memulai Paket 4 MYP di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, yang mencakup kawasan regional Luwu dan Toraja.

Khusus untuk Kabupaten Bone, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp118 miliar hingga Rp131,52 miliar untuk rehabilitasi delapan daerah irigasi, yakni DI Unyi, DI Lanca, DI Jaling, DI Salomekko, DI Waru-Waru, DI Bengo, DI Selli Coppobulu, dan DI Lalengrie.

BACA JUGA:  385 CJH Bone Kloter 22 UPG Diberangkatkan, Bupati: Fokus Ibadah, Kurangi Selfie

Jaringan irigasi yang akan diperbaiki tersebut sebagian besar merupakan infrastruktur yang dibangun sejak era kolonial. Seiring berjalannya waktu, berbagai kerusakan dan kebocoran pada saluran utama menyebabkan distribusi air tidak lagi optimal. Kondisi inilah yang menjadi alasan utama pemerintah memfokuskan rehabilitasi pada saluran-saluran utama agar pasokan air ke lahan pertanian dapat kembali maksimal.

Khusus DI Bengo, manfaat proyek ini akan dirasakan langsung oleh petani yang mengelola sekitar 2.600 hektare lahan sawah. Lahan-lahan tersebut selama ini menjadi salah satu penopang produksi pangan masyarakat Bone dan Sulawesi Selatan.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, berharap pekerjaan rehabilitasi dapat berjalan sesuai jadwal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Semoga rehabilitasi ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta ketahanan pangan di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Empat Utusan Bone Bersinar di Seleksi Paskibraka Sulsel, Satu Melaju ke Tingkat Nasional

Di bawah kepemimpinan pasangan BerAmal, yakni Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati H. Andi Akmal Pasluddin, dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap sektor pertanian Bone terus menguat. Program rehabilitasi irigasi ini menjadi salah satu bentuk komitmen bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah yang selama ini bertumpu pada sektor pertanian.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Bone, Kasdar, ST., M.Si., menjelaskan bahwa seluruh pekerjaan telah memasuki tahap kontrak dan siap dilaksanakan secara bertahap.

“Rehabilitasi jaringan irigasi ini sudah berkontrak. Ini mencakup beberapa daerah irigasi di Kabupaten Bone dan menjadi satu paket dengan Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Wajo dalam Paket 2,” ungkapnya.

Program yang bersumber dari APBD tersebut dirancang berlangsung dalam rentang tahun anggaran 2025 hingga 2027 sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pertanian Sulawesi Selatan. Dari delapan daerah irigasi yang menjadi sasaran, nilai pembangunan terbesar berada pada DI Waru-Waru dengan anggaran lebih dari Rp58,3 miliar. Sementara DI Lanca dan DI Bengo masing-masing mendapatkan alokasi di atas Rp17 miliar sesuai kebutuhan teknis di lapangan.

BACA JUGA:  Program BERANI II Bersama YASMIB Sulawesi dan UNICEF Dorong Pencegahan Perkawinan Anak di Bone dan Wajo

Total nilai pekerjaan di Kabupaten Bone yang mencapai Rp131.522.291.000 menjadikannya salah satu daerah dengan alokasi rehabilitasi irigasi terbesar di kawasan selatan Sulawesi Selatan.

Namun lebih dari sekadar angka dan pembangunan fisik, proyek ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan pertanian Bone. Ketika saluran irigasi kembali berfungsi optimal, petani tidak lagi bergantung pada cuaca semata. Air yang mengalir lancar akan menjaga produktivitas sawah, meningkatkan hasil panen, dan mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan.

Di Kecamatan Bengo, tempat proyek ini dimulai, harapan itu kini mulai mengalir bersama pembangunan yang sedang berlangsung. Bagi para petani, rehabilitasi irigasi bukan hanya tentang memperbaiki saluran air, melainkan juga tentang menjaga keberlanjutan mata pencaharian, memperkuat ketahanan pangan, dan memastikan generasi mendatang tetap dapat menggantungkan hidup dari tanah yang subur dan air yang cukup. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.