BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Andi Asman Sulaiman secara resmi melepas calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Bone kloter 5 Embarkasi UPG 22 sebanyak 385 orang. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Masjid Agung Al-Markas Al-Ma’arif pada Selasa malam (5/5/2026) sekitar pukul 23.00 Wita.
Acara ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih oleh Bupati kepada Ketua Kloter, Prof. Astuti, sebagai simbol keberangkatan dan tanggung jawab rombongan menuju Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bone, H. Muhammad Rafi, S.Ag., MM., MH, dalam laporannya menyampaikan bahwa total jamaah tercatat sebanyak 386 orang, terdiri dari 112 laki-laki dan 274 perempuan, termasuk tiga jamaah prioritas lansia.
Namun, sebanyak lima jamaah masih menunggu di Makassar (dua laki-laki dan tiga perempuan), sehingga jumlah jamaah yang hadir dalam pelepasan di masjid sebanyak 381 orang, terdiri dari 110 laki-laki dan 271 perempuan.
Sedangkan struktur petugas kloter meliputi, Ketua Kloter: Prof. Astuti, Pembimbing Ibadah: Muslimin, Dokter: Whyudi, Perawat: Hasrawaty Hamid dan TPHD/TKHD: Andi Ilal Tasma.
Adapun jamaah tertua masing-masing berusia 85 tahun, yakni Andi Hani Massalinri, Sanuddin Maming, dan Hanawasiah Mangenre. Sementara jamaah termuda adalah Bintang Nuraeni (16 tahun), yang berangkat melalui pelimpahan dari orang tua. Satu jamaah atas nama Lahuseng Pasannai (75 tahun), warga Desa Kampuno, Kecamatan Barebbo, dilaporkan menunda keberangkatan karena sakit.
Muhammad Rafi juga mengungkapkan bahwa sebagian jamaah haji asal Bone telah lebih dulu berada di Tanah Suci dan telah menunaikan umrah wajib di Madinah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Dalam sambutannya, Bupati Bone mengapresiasi tingginya jumlah jamaah haji tahun ini yang mencapai 2.021 orang, tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan haji di daerah tersebut.
“Ini menjadi indikator kesejahteraan masyarakat Bone. Mereka yang berangkat adalah orang-orang pilihan karena tidak semua mendapat kesempatan berhaji,” ujar Andi Asman.
Ia juga mengingatkan jamaah untuk menjaga niat dan fokus dalam beribadah selama di Tanah Suci.
“Saya titip agar jamaah mengurangi aktivitas yang tidak perlu seperti terlalu banyak berswafoto. Perbanyak doa di tempat-tempat mustajab dan patuhi arahan pembimbing agar seluruh rangkaian ibadah dapat dilaksanakan dengan sempurna,” pesannya.
Menurutnya, ibadah haji merupakan puncak kesempurnaan ibadah umat Islam yang sangat didambakan. Ia pun membagikan pengalaman spiritualnya saat menunaikan haji sebagai motivasi bagi jamaah.

Di akhir arahannya, Bupati Bone menitipkan doa kepada para jamaah.“Saya mohon didoakan agar daerah kita senantiasa diberi keberkahan. Semoga seluruh jamaah kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur,” tutupnya.
Pelepasan CJH Bone ini berlangsung penuh haru, diiringi doa dan harapan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran, serta keselamatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci hingga kembali ke Tanah Air. (Sugi)







