Trio Sulaiman Bahu Membahu Bantu Korban Banjir, Rp10 Miliar Lebih Bantuan Digelontorkan untuk Warga Terdampak

oleh -93 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone tak hanya menyisakan genangan air dan duka mendalam bagi warga, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah bergerak cepat hadir di tengah masyarakat. Di tengah situasi darurat itu, tiga sosok dari keluarga besar Sulaiman tampil di garis depan penanganan bencana: Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, dan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman. Masyarakat pun menyebutnya sebagai “Trio Sulaiman”.

Bencana banjir yang terjadi pada Jumat (8/5/2026) menerjang sejumlah kawasan di Kabupaten Bone, khususnya di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Air yang meluap merendam rumah warga, mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan menyebabkan korban jiwa.

Di tengah kondisi itu, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menjadi pejabat pertama yang turun langsung ke lokasi sejak Jumat subuh. Bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bone, ia bergerak cepat mendirikan posko bencana, membuka dapur umum, serta mengoordinasikan penyaluran bantuan dan evakuasi warga terdampak.

BACA JUGA:  Putra Terbaik Bone, Rendi Solihin, Pulang Kampung, Wakil Bupati Kutai Kartanegara Dua Periode Disambut Hangat di Rumah Jabatan Bupati Bone

Langkah cepat pemerintah daerah kemudian mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Sehari setelah banjir terjadi, Sabtu (9/5/2026), Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman datang langsung meninjau lokasi terdampak di Kabupaten Bone.

Kehadiran orang nomor satu di Sulsel itu membawa bantuan senilai Rp1 miliar dan 500 paket bantuan bagi masyarakat terdampak banjir. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyerahkan santunan masing-masing Rp10 juta kepada keluarga korban meninggal dunia akibat banjir.

Namun penanganan bencana tidak berhenti di situ. Senin (11/5/2026), perhatian pemerintah pusat hadir langsung melalui kunjungan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman.

Di tengah padatnya agenda nasional, Mentan RI memilih datang langsung ke tanah kelahirannya untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan dan penanganan yang cepat.

BACA JUGA:  Kasat Lantas Polres Bone Pimpin Langsung Operasi Patuh 2025 Hari Ke-5

Kedatangannya disambut langsung oleh Bupati Bone Andi Asman Sulaiman didampingi Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bone.

Penyerahan bantuan dipusatkan di Posko Bencana Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Di lokasi itu, Menteri Pertanian RI menyerahkan secara simbolis bantuan 33 truk pangan dan sembako senilai Rp9 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Bone.

Bantuan tersebut terdiri atas beras, minyak goreng, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir.

Tak hanya bantuan pemerintah, Andi Amran Sulaiman juga menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp1 miliar. Bantuan tambahan turut diberikan oleh Anggota DPR RI Andi Amar Ma’ruf Sulaiman sebesar Rp500 juta.

Santunan kepada anak yatim serta bantuan kemanusiaan lainnya juga disalurkan langsung kepada warga yang terdampak bencana.

Di hadapan masyarakat Panyula, Andi Amran Sulaiman mengaku hatinya tergerak untuk datang langsung membantu warga Bone.

BACA JUGA:  Menembus Angka, Meretas Harapan, Wakil Bupati Bone Tekan Stunting dan Kemiskinan di Tellu Limpoe

“Saya tergerak hati saya, karena daerah lain saja bencana saya datang, apalagi ini kampung saya yang membutuhkan bantuan,” kata Andi Amran Sulaiman.

Ia juga menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menelan korban jiwa dan berdampak luas terhadap masyarakat.

“Kami terima laporan kemarin, bahwa di Panyula, Bone, Sulawesi Selatan, ada bencana. Dan ada korban meninggal, ada dua orang, bahkan ada yang sakit dan seterusnya,” ujarnya.

Tak sekadar menyerahkan bantuan, Mentan RI bersama rombongan turut meninjau kondisi sungai di kawasan terdampak banjir. Dari hasil peninjauan ditemukan adanya pendangkalan sungai yang cukup parah sehingga memperburuk aliran air saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Kami datang langsung mewakili pemerintah melihat kenapa terjadi banjir. Ternyata terjadi pendangkalan sungai yang cukup panjang. Insyaallah satu minggu kita selesaikan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa penanganan pendangkalan sungai menjadi perhatian. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.