TANETE RIATTANG TIMUR, TRIBUNBONEONLINE.COM–UPT SMP Negeri 7 Watampone kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi melalui kegiatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026–2027.
Kegiatan tahunan ini tidak hanya bertujuan memilih pemimpin organisasi pelajar, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi pelajar tentang pentingnya demokrasi, tanggung jawab, serta partisipasi aktif di lingkungan sekolah.
Rangkaian pemilihan dimulai sejak 16 April 2026 dengan pembukaan pendaftaran bakal calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Tercatat sebanyak 8 pasangan calon mendaftarkan diri. Setelah melalui tahap seleksi, terpilih 3 pasangan calon yang berhak melaju ke tahap berikutnya.
Ketiga pasangan calon tersebut adalah:
Paslon 1: Alfira dan Naisya Dwi Ariani
Paslon 2: Aisya Agustina dan Alianq
Paslon 3: Muh. Kaisar dan A. Naurah Ramadhani
Selanjutnya, pada 24 April 2026, ketiga pasangan calon mengikuti tahapan penyampaian visi dan misi serta debat terbuka. Kegiatan ini menjadi ajang bagi para kandidat untuk menyampaikan gagasan dan program kerja mereka di hadapan seluruh warga sekolah.
Puncak kegiatan berlangsung pada Senin, 29 April 2026, melalui proses pemungutan suara secara langsung. Seluruh pelajar menggunakan hak pilihnya dengan penuh antusias melalui sistem pencoblosan manual di bilik suara yang telah disiapkan panitia.
Dari total 580 suara yang masuk, hasil perolehan suara adalah sebagai berikut:
Paslon 1: 60 suara
Paslon 2: 30 suara
Paslon 3: 474 suara
Setelah proses pencoblosan, panitia yang terdiri dari perwakilan guru dan pelajar melakukan penghitungan suara secara terbuka dan transparan.
Berdasarkan sistem suara terbanyak, pasangan Muh. Kaisar dan A. Naurah Ramadhani (Paslon 3) resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS UPT SMP Negeri 7 Watampone periode 2026–2027.
Kepala UPT SMP Negeri 7 Watampone, Arnida Syam, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari pendidikan karakter pelajar.
“Melalui pemilihan OSIS, pelajar belajar secara langsung tentang proses demokrasi yang jujur dan adil. Ini menjadi bekal penting dalam membentuk generasi yang bertanggung jawab dan berintegritas,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina OSIS, Syarifuddin, S.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata implementasi nilai demokrasi di sekolah. “Kita ingin menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini, agar kelak para pelajar terbiasa menjadi warga negara yang aktif, jujur, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi proses organisasi semata, tetapi juga sarana edukasi bagi pelajar dalam menyampaikan aspirasi secara damai, menghargai perbedaan pendapat, serta menjunjung tinggi hasil pemilihan yang adil.
Setelah penetapan hasil, pengurus OSIS terpilih akan mengikuti masa pelatihan serta serah terima jabatan sebelum resmi menjalankan program kerja mereka.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini UPT SMP Negeri 7 Watampone berharap dapat terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan semangat demokrasi yang kuat. (Tamzil)









