IJAZAH PALSU, PENGHINAAN TERHADAP PERJUANGAN ILMU

oleh -58 x dibaca

Oleh : Zainal Ibrahim,.S.Pd MM
(Wakil Sekretaris PGRI Kab.Bone)

Menjadi pejabat dengan menggunakan ijazah palsu bukan sekadar bentuk ketidakjujuran, tetapi merupakan penghinaan terhadap dunia pendidikan dan pengkhianatan terhadap nilai-nilai keilmuan.

Bayangkan, ada jutaan pelajar dan mahasiswa yang harus berjuang siang dan malam, mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan harta orang tuanya demi mendapatkan selembar ijazah yang sah. Ada yang harus berjalan jauh ke sekolah, menahan lapar, bekerja sambil kuliah, dan melewati berbagai kesulitan demi meraih gelar akademik dengan penuh kejujuran.

Namun, betapa ironisnya ketika ada seseorang yang justru menggunakan ijazah palsu untuk meraih jabatan, kehormatan, dan kekuasaan.

BACA JUGA:  Cycle of Life Dalam Pengelolaan Limbah Domestik_Apa, Mengapa, Bagaimana

**Sungguh, ini bukan hanya persoalan selembar kertas palsu, tetapi persoalan moral, integritas, dan harga diri sebuah bangsa.**

Jangan sampai orang yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu justru kalah oleh mereka yang memilih jalan pintas melalui kebohongan.

Jabatan boleh diraih, kekuasaan boleh didapat, tetapi jangan pernah membangun kehormatan di atas kebohongan.

Sebab, gelar akademik bisa saja dipalsukan, dokumen bisa saja direkayasa, tetapi kapasitas, integritas, dan kualitas seseorang pada akhirnya akan diuji oleh waktu dan tanggung jawabnya.

Ingatlah, ijazah bukan sekadar alat untuk mendapatkan jabatan. Ijazah adalah bukti proses perjuangan, pengorbanan, dan tanggung jawab intelektual.

BACA JUGA:  Artificial Intelligence dan Masa Depan Pendidikan : Siapa yang harus Beradaptasi?

**Jangan hinakan perjuangan mereka yang belajar dengan keringat, hanya demi ambisi mereka yang ingin berkuasa dengan kebohongan!**

**Lebih terhormat seseorang yang tidak memiliki gelar tetapi jujur tentang dirinya, daripada seseorang yang memiliki jabatan dan gelar tinggi tetapi dibangun di atas kebohongan. Sebab, bangsa ini tidak kekurangan orang yang ingin berkuasa, tetapi sangat membutuhkan pemimpin yang memiliki integritas.”**

*Catatan: Kritik ini ditujukan pada praktik pemalsuan ijazah yang terbukti, bukan tuduhan terhadap individu tertentu tanpa bukti.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.