PONRE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Bertempat di Aula Kantor Desa, Pemerintah Desa (Pemdes) Bolli Kecamatan Ponre Kabupaten Bone menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Rembuk Stunting, Dalam Rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Konvergensi Pencegahan Stunting Tahun 2027.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 10 Juli 2026 dihadiri langsung oleh Pemerintah Kecamatan Ponre dalam hal ini diwakili Sabmaidar, S.Sos, Kepala Desa Bolli, A. Jupasni, S.Pd, Bhabinkamtibmas, PLD Asgar, BPD Bolli, Sekdes Bolli Andi Pratiwi Muliawan Tenri Sompa bersama jajaran aparat desa, Bidan Desa, Pendamping KB, para Kepala Dusun, Ketua RT, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Bolli, Kader Posyandu dan Ketua KDMP Bolli.
Sabmaidar menyampaikan dalam sambutannya kegiatan ini memiliki keterkaitan yang sangat erat dan sama-sama menentukan masa depan desa kita. Penurunan angka stunting adalah prioritas nasional maupun daerah, karena stunting bukan hanya masalah tinggi badan, melainkan masalah gizi kronis yang merusak perkembangan otak, kecerdasan, dan kualitas sumber daya manusia kita seumur hidup.
“Kegiatan ini merupakan agenda tahun kita ditingkat desa, maka saya sampaikan jangan dijadikan kegiatan ini sebagai seremonial saja melainkan memanfaatkan betul-betul kegiatan ini untuk desa kita kedepannya,” ungkapnya.
Oleh karena itu, lanjut Sabmaidar, upaya penanganan stunting tidak bisa berjalan sendiri, ia harus menjadi bagian tak terpisahkan dari perencanaan pembangunan desa.
“Melalui Musdes penyusunan RKPDes hari ini, kita memiliki kesempatan emas untuk memastikan program penanganan stunting masuk ke dalam prioritas anggaran dan kegiatan desa untuk kedepannya,” katanya.
“Melalui rembuk hari ini, mari kita gali permasalahan nyata di lapangan, cari solusi yang tepat sasaran, lalu tuangkan ke dalam RKPDes secara jelas dan terukur,” tambahnya.
Kades Bolli mengatakan melalui Rembuk Stunting, kita akan membahas kondisi di lapangan, kendala yang dihadapi, dan langkah nyata untuk perbaikan gizi, sanitasi, serta pola asuh yang benar.
Hasilnya akan kita tuangkan langsung ke dalam RKPDes yang disusun hari ini. Artinya, program pencegahan dan penanganan stunting akan masuk dalam rencana kerja dan anggaran desa, sehingga pelaksanaannya terukur dan berkelanjutan.
“Saya mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi aktif, berdiskusi secara terbuka, dan mengutamakan kepentingan bersama. Jadikan pertemuan ini sebagai langkah awal membangun desa yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini juga, Pemerintah Desa Bolli meminta agar kepada dusun dan khususnya kader posyandu untuk berperan aktif dalam pencegahan stunting di Desa Bolli. (Ipp)









