Tim Mannennungeng Gelar Pelatihan Pabbura, Hadirkan Abrahan, S.ST., M.Si. sebagai Pemateri Pengolahan Limbah Pertanian dan Peternakan di Bone

oleh -138 x dibaca

BAREBBO, TRIBUNBONEONLINE.COM– Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin menggelar pelatihan program Pabbura Mannennungeng di Aula P4S Lamellong, Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, pada Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan Abrahan, S.ST., M.Si. sebagai pemateri utama dalam pengolahan limbah pertanian dan peternakan menjadi produk bernilai guna.

Pabbura Mannennungeng merupakan salah satu program utama dari inisiatif Smart Hydro Loop yang berfokus pada pengolahan limbah pertanian dan peternakan melalui pendekatan Integrated Crop-Livestock Systems (ICLS). Program ini bertujuan mengubah kotoran ternak menjadi pupuk organik (bokashi) serta limbah jerami menjadi pakan ternak fermentasi (silase) guna mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

BACA JUGA:  Hadiri peringati Maulid Nabi 1445 H, ini Pesan Camat Barebbo

Abrahan, S.ST., M.Si. adalah Penyuluh Pertanian Ahli Madya di Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Asesor Kompetensi Bidang Penyuluhan Pertanian LSP Pertanian Kementerian Pertanian, serta Instruktur Ternak Organik. Ia juga aktif sebagai narasumber pada berbagai diklat fungsional penyuluh pertanian dan diklat teknis komoditi strategis nasional, serta dosen luar biasa di POLBANGTAN GOWA. Pengalaman panjangnya di Dinas Peternakan Kabupaten Bone dan BP4K Kabupaten Bone menjadikannya sosok yang sangat memahami kondisi peternakan dan pertanian di wilayah tersebut.

Dalam pelatihan yang berlangsung selama satu hari ini, Abrahan memberikan materi dan praktik langsung mengenai teknik pengolahan limbah pertanian dan peternakan. Ia mempraktikkan langsung penggunaan Tumbling Composter untuk mengolah kotoran ternak menjadi pupuk organik (bokashi) , serta teknik pembuatan silase dari limbah jerami sebagai pakan ternak fermentasi.

BACA JUGA:  Perkuat Silaturahim, DPK BKPRMI Kajuara Bersama Rohis Berbagi Takjil Kepada Masyarakat 

“Limbah pertanian dan peternakan bukanlah masalah jika kita tahu cara mengelolanya. Dengan teknologi sederhana seperti Tumbling Composter dan fermentasi, limbah bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi petani dan peternak. Saya sangat mengapresiasi inisiasi Tim Mannennungeng yang menghadirkan program Pabbura ini di Bone,” ujar Abrahan dalam sambutannya.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., menyampaikan bahwa pelatihan Pabbura ini merupakan bagian penting dari program Mannennungeng. “Kami sengaja menghadirkan pemateri yang tidak hanya ahli secara akademis, tetapi juga memahami kondisi lapangan di Bone. Pak Abrahan adalah sosok yang tepat untuk membimbing petani dan peternak binaan kami dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai guna,” ujarnya.

BACA JUGA:  Terpilih Legislator Dapil Sulsel II di Parlemen Remaja 2024, Wakil Dekan III FKIP Unismuh Apresiasi Siswa SMA 8 Bone

Salah satu peserta, Burhanuddin (Ketua P4S Lamellong), mengungkapkan kegembiraannya. “Kami sangat terbantu dengan pelatihan Pabbura ini. Selama ini limbah ternak dan jerami hanya kami buang. Sekarang kami tahu cara mengolahnya menjadi pupuk dan pakan yang bermanfaat,” katanya.

Kegiatan pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian program Mannennungeng yang bertujuan menciptakan ekosistem pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah secara optimal. Ke depan, diharapkan kelompok sasaran dapat memproduksi pupuk organik dan pakan ternak secara mandiri, sehingga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan pakan komersial. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.