Mannennungeng: Inovasi Pertanian Cerdas UKM KPI Unhas Targetkan Produktivitas 5 Ton per Hektar di Kabupaten Bone

oleh -272 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin meluncurkan program “Mannennungeng: Smart Hydro Loop” sebagai solusi pertanian cerdas dan berkelanjutan di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone. Program ini merupakan salah satu inisiatif yang lolos pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026, dan menjadi pencapaian ketiga kalinya secara berturut-turut bagi UKM KPI sejak 2024.

Nama “Mannennungeng” diambil dari bahasa Bugis yang berarti berkelanjutan. Filosofi ini lahir dari serangkaian diskusi mendalam antara tim mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Program ini bukan sekadar ide dari kampus, melainkan hasil musyawarah bersama warga untuk merumuskan solusi yang tepat sesuai dengan akar masalah yang mereka hadapi sehari-hari. Dengan pendekatan partisipatif, tim memastikan bahwa intervensi yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan petani, bukan sekadar proyek top-down.

BACA JUGA:  Belajar Sambil Melestarikan, Murid Kelas IV UPT SD Inpres 5/81 Tibojong Ciptakan Kue Tradisional dalam Proyek P5

Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S. , menjelaskan bahwa program Smart Hydro Loop memberikan manfaat nyata bagi petani. “Sistem ini diharapkan mampu menghemat penggunaan air hingga 25 persen melalui irigasi presisi berbasis IoT. Selain itu, petani dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia hingga 50 persen karena limbah pertanian dan peternakan diolah menjadi pupuk organik berkualitas. Hasilnya, produktivitas padi meningkat dari 3 ton menjadi 5 ton per hektare, dan kualitas tanah membaik dari pH masam 5,0–5,5 menjadi pH stabil 5,5–6,5,” ujarnya.

BACA JUGA:  SMKN 2 Bone Sukses Kembangkan Budidaya Cabai, Panen Siap Sambut Bupati Bone

Dosen pendamping, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si , menekankan bahwa program ini tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. “Mannennungeng lahir dari diskusi bersama petani, pemerintah desa, dan kelompok tani. Kami membentuk kelompok sasaran sebanyak 25 petani-peternak yang tergabung dalam Gapoktan Sipurio Sipurennu. Mereka akan didampingi secara berkelanjutan,” tuturnya.

Program ini juga selaras dengan kebijakan pembangunan nasional dan daerah, yaitu Asta Cita poin 2 (swasembada pangan) , RPJMDes Kajaolaliddong 2023–2028 (misi kemajuan sektor pertanian) , serta Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2 (tanpa kelaparan), poin 9 (inovasi dan infrastruktur), dan poin 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab).

BACA JUGA:  Mantapkan Persiapan Akreditasi, FKIP UNIM Bone Gelar Simulasi Bersama Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah

Pelaksanaan program di lapangan direncanakan berlangsung dari Juni hingga September 2026. Tim akan melakukan berbagai pelatihan teknis, pendampingan, serta lokakarya hasil. UKM KPI Unhas berharap Mannennungeng dapat menjadi model pertanian cerdas yang direplikasi di daerah lain, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan pembangunan perdesaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.