BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– 2026, Fenomena modifikasi kendaraan yang semakin berkembang di kalangan masyarakat menjadi perhatian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bone melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Tahun 2026. Melalui penelitian “FOTOFOBIA: Impak Konten Modifikasi Lampu Kendaraan di Media Sosial terhadap Distorsi Keinsafan Regulasi dan Persepsi Risiko pada Remaja Awal,” tim peneliti melakukan kegiatan wawancara langsung bersama pengguna kendaraan bermotor dan pihak bengkel untuk menggali informasi terkait tren penggunaan lampu kendaraan yang dimodifikasi.
Kegiatan pengumpulan informasi lapangan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memahami bagaimana perkembangan tren modifikasi lampu kendaraan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk paparan konten di media sosial. Tim FOTOFOBIA berdialog langsung dengan pengendara serta pihak bengkel untuk mengetahui alasan masyarakat melakukan modifikasi, jenis perubahan yang sering dilakukan serta pandangan mereka terhadap aspek keselamatan dalam penggunaan lampu kendaraan.
Penelitian FOTOFOBIA bertujuan untuk menganalisis bagaimana paparan konten modifikasi lampu kendaraan di media sosial dapat memengaruhi kesadaran remaja terhadap regulasi lalu lintas dan cara mereka memandang risiko keselamatan berkendara. Penelitian ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya tren penggunaan lampu kendaraan berintensitas tinggi yang sering dianggap memberikan tampilan lebih menarik dan pencahayaan lebih baik, namun berpotensi menimbulkan gangguan silau (glare) bagi pengguna jalan lainnya.
Melalui wawancara bersama masyarakat dan pihak bengkel, Tim FOTOFOBIA berupaya memperoleh gambaran nyata mengenai fenomena modifikasi kendaraan yang terjadi di lapangan. Informasi yang diperoleh akan menjadi dasar dalam memahami hubungan antara perkembangan tren digital, perilaku pengguna kendaraan serta tingkat kepedulian masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas.
Ketua Tim FOTOFOBIA, Faikatun Nisa, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai fenomena yang sedang dikaji.
“Kami ingin mendengar secara langsung pengalaman dan pandangan masyarakat terkait penggunaan lampu kendaraan yang dimodifikasi. Melalui wawancara ini, kami dapat memahami alasan di balik tren ini, bagaimana pengaruh media sosial terhadap keputusan masyarakat serta bagaimana kesadaran mereka terhadap aspek keselamatan berkendara,” ujar Faikatun Nisa.
Ia menambahkan bahwa penelitian ini tidak hanya berfokus pada aspek kendaraan, tetapi juga melihat bagaimana perkembangan teknologi digital dapat memengaruhi cara generasi muda memahami aturan dan risiko dalam berkendara.
Tim FOTOFOBIA menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengendara dan pihak bengkel yang telah bersedia memberikan informasi serta mendukung pelaksanaan kegiatan penelitian ini.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) atas dukungan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2026 serta kepada Universitas Muhammadiyah Bone, dosen pendamping, dan Tim Epicentrum PKM Universitas Muhammadiyah Bone yang telah memberikan arahan dan pendampingan selama pelaksanaan program.
Melalui penelitian FOTOFOBIA, Tim berharap hasil yang diperoleh dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya remaja, terhadap pentingnya memahami regulasi penggunaan lampu kendaraan serta membangun budaya keselamatan berkendara yang lebih baik di tengah perkembangan tren digital. (*)







