MAROS, TRIBUNBONEONLINE.COM–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Infrastruktur Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Sosialisasi dan Praktik Pengenalan Rangkaian Listrik Sederhana disertai Edukasi Keselamatan serta Bahaya Listrik di UPTD SMPN 40 Satap Langkeang, Kelurahan Mattiro Deceng, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Kamis (23/7/26).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep dasar kelistrikan kepada pelajar sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya penggunaan listrik yang aman dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Penanggung jawab program kerja, Sahrani Melani Putri, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan konsep dasar kelistrikan melalui pendekatan yang sederhana, interaktif, dan mudah dipahami.
Kegiatan ini menyasar pada pelajar kelas IX. Melalui sosialisasi ini, siswa diajak mengenal apa itu listrik, bagaimana arus listrik dapat mengalir dalam suatu rangkaian hingga mampu menghidupkan berbagai komponen elektronika, serta memahami pentingnya menerapkan keselamatan dalam penggunaan listrik.
“Melalui kegiatan ini, saya ingin mengajak adik-adik memahami bahwa listrik bukan hanya sesuatu yang digunakan setiap hari, tetapi juga memiliki prinsip kerja yang dapat dipelajari. Dengan mengenal bagaimana listrik mengalir dalam sebuah rangkaian dan menghidupkan komponen elektronika melalui praktik sederhana, saya berharap pelajar menjadi lebih tertarik mempelajari ilmu kelistrikan sekaligus memahami pentingnya menggunakan listrik dengan aman dan benar,” ujar Melani.
Pada sesi penyampaian materi, Melani menjelaskan pengertian listrik, arus, tegangan, dan hambatan sebagai konsep dasar kelistrikan. Siswa juga diperkenalkan dengan berbagai komponen elektronika sederhana, seperti baterai, breadboard, LED, resistor, sakelar, dan buzzer, beserta fungsi masing-masing dalam sebuah rangkaian. Selain itu, pelajar dikenalkan pada konsep rangkaian seri dan paralel beserta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik merakit rangkaian listrik sederhana secara berkelompok menggunakan breadboard dan berbagai komponen elektronika. Pada sesi praktik, pelajar merakit beberapa rangkaian sederhana, seperti rangkaian lampu dan alarm sederhana.
Melalui kegiatan tersebut, pelajar dapat mengamati secara langsung bagaimana arus listrik mengalir dalam suatu rangkaian hingga mampu menyalakan LED dan mengaktifkan komponen elektronika lainnya.
Sahrani menambahkan, kegiatan praktik juga melatih kemampuan berpikir logis, kerja sama antarpelajar, serta keterampilan dalam menyelesaikan masalah melalui pembelajaran berbasis praktik.
Untuk mengukur pemahaman pelajar terhadap materi yang telah disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuis interaktif. Pertanyaan yang diberikan mencakup konsep dasar listrik, fungsi komponen elektronika, cara kerja rangkaian listrik sederhana, serta penerapan keselamatan dalam penggunaan listrik. Pelajar yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh apresiasi dan hadiah sebagai bentuk motivasi agar semakin semangat dalam belajar. Sesi kuis berlangsung meriah karena pelajar menunjukkan antusiasme yang tinggi dan aktif berpartisipasi dalam menjawab setiap pertanyaan.
Selain praktik dan kuis, pelajar juga memperoleh edukasi mengenai keselamatan dan bahaya listrik. Materi yang disampaikan meliputi penggunaan peralatan listrik yang benar, potensi bahaya korsleting dan sengatan listrik, pentingnya menghindari penggunaan peralatan listrik dengan tangan basah, tidak menyentuh kabel yang rusak atau terkelupas, serta langkah-langkah sederhana untuk mencegah kecelakaan akibat listrik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan menggunakan listrik secara aman, bijak, dan bertanggung jawab sejak usia dini.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para pelajar aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, mengikuti praktik, serta berpartisipasi dalam sesi kuis. Pendekatan pembelajaran yang memadukan teori, praktik, dan evaluasi membuat suasana belajar menjadi lebih interaktif sehingga pelajar lebih mudah memahami konsep dasar kelistrikan.
Salah seorang guru UPTD SMPN 40 Satap Langkeang mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T Infrastruktur Gelombang 116 Universitas Hasanuddin.
Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari dan dikemas secara menarik melalui perpaduan teori, praktik, serta kuis interaktif sehingga mampu meningkatkan minat belajar terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T Infrastruktur Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap pengetahuan yang diperoleh pelajar tidak hanya menambah wawasan mengenai dasar-dasar kelistrikan, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu dan minat terhadap bidang sains dan teknologi. Selain itu, pelajar diharapkan mampu menerapkan kebiasaan menggunakan listrik secara aman dan benar dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat meminimalkan risiko kecelakaan akibat listrik di lingkungan rumah maupun sekolah. (*/Asdar)







