PALU, TRIBUNBONEONLINE.COM–UIN Datokarama Palu (Sulawesi Tengah) menegaskan kembali perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan dan diskursus strategis nasional dengan menghadirkan Guru Besar IAIN Bone sebagai pembicara utama dalam Seminar Nasional yang digelar pada 29 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi Islam di Indonesia, sekaligus membuka ruang dialog ilmiah yang konstruktif di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Kehadiran tokoh akademik dari IAIN Bone tersebut tidak hanya memperkaya perspektif keilmuan, tetapi juga mempertegas komitmen bersama dalam mendorong kontribusi nyata dunia akademik terhadap pembangunan bangsa.
Prof. Syaparuddin, sebagai pembicara utama, tampil membawakan materi bertajuk Resiliensi Ekonomi dan Moneter Islam: Strategi Adaptif Menghadapi Geopolitik Global yang Bergejolak. Dalam paparannya, ia menyoroti bagaimana ketidakpastian global, konflik geopolitik, serta tekanan ekonomi internasional telah mempengaruhi stabilitas ekonomi nasional, termasuk negara-negara berkembang seperti Indonesia. Ia menekankan pentingnya pendekatan ekonomi Islam sebagai alternatif sistem yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada keadilan, stabilitas, dan keberlanjutan.
Lebih jauh, Prof. Syaparuddin menjelaskan bahwa konsep resiliensi dalam ekonomi Islam tidak semata-mata berbicara tentang kemampuan bertahan, tetapi juga kemampuan beradaptasi dan bertransformasi secara berkelanjutan. Hal ini tercermin dalam prinsip-prinsip dasar ekonomi Islam seperti keadilan distributif, larangan riba, serta penguatan sektor riil melalui instrumen-instrumen keuangan syariah. Dalam konteks geopolitik global yang bergejolak, nilai-nilai tersebut dinilai mampu menjadi fondasi yang kokoh bagi sistem ekonomi yang lebih stabil dan inklusif.
Seminar nasional ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari pimpinan perguruan tinggi, dosen, peneliti, hingga mahasiswa. Kehadiran Rektor UIN Datokarama Palu beserta jajaran pimpinan universitas turut memberikan dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi, yang menunjukkan bahwa tema yang diangkat memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi aktual yang dihadapi masyarakat dan bangsa.
Dalam diskusinya, Prof. Syaparuddin juga menggarisbawahi pentingnya peran kebijakan moneter berbasis syariah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Ia menjelaskan bahwa instrumen-instrumen seperti sukuk, zakat, dan wakaf produktif dapat menjadi solusi alternatif dalam mengatasi ketimpangan ekonomi dan memperkuat daya tahan ekonomi nasional. Selain itu, sinergi antara lembaga keuangan syariah dan kebijakan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan sistem ekonomi yang lebih adaptif terhadap perubahan global.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian gagasan, tetapi juga sebagai forum strategis untuk membangun kolaborasi lintas institusi. UIN Datokarama Palu memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kerja sama dengan IAIN Bone dan berbagai institusi lainnya dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan zaman. Hal ini sejalan dengan visi perguruan tinggi Islam yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, seminar ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam diskursus akademik tingkat nasional. Keterlibatan mereka dalam kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas intelektual, memperluas wawasan, serta menumbuhkan semangat kritis dan inovatif. Dengan demikian, seminar ini tidak hanya berdampak pada pengembangan keilmuan, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda yang siap menghadapi tantangan global.
Dalam penutup paparannya, Prof. Syaparuddin mengajak seluruh peserta untuk menjadikan ekonomi Islam sebagai paradigma alternatif dalam merespons krisis global. Ia menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini membutuhkan solusi yang tidak konvensional, melainkan pendekatan yang berbasis nilai dan etika. Oleh karena itu, integrasi antara ilmu pengetahuan, kebijakan publik, dan nilai-nilai keislaman menjadi sangat penting dalam menciptakan sistem ekonomi yang tangguh dan berkeadilan.
Rektor UIN Datokarama Palu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran dan kontribusi Prof. Syaparuddin dalam seminar tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari berbagai kolaborasi akademik yang lebih luas di masa mendatang. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan zaman melalui inovasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Dengan terselenggaranya seminar nasional ini, UIN Datokarama Palu sekali lagi menunjukkan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap isu-isu strategis global. Kehadiran Guru Besar IAIN Bone sebagai pembicara utama tidak hanya memberikan warna tersendiri dalam forum tersebut, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh peserta untuk terus mengembangkan pemikiran kritis dan solutif dalam menghadapi berbagai dinamika yang terjadi di tingkat nasional maupun internasional.







