Murid UPT SD Negeri 41 Mallari Sulap Kunyit Jadi Produk Bernilai Ekonomi Melalui Program “Apotek Hidup”

oleh -189 x dibaca

AWANGPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–UPT SD Negeri 41 Mallari Kecamatan Awangpone kembali menunjukkan inovasi dalam dunia pendidikan melalui program “Apotek Hidup Sekolah”. Program ini berhasil menginspirasi para murid untuk mengolah tanaman kunyit menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini.

Kreativitas dan semangat belajar para murid tampak nyata dalam kegiatan pengolahan kunyit yang dilakukan secara langsung di lingkungan sekolah.

Berawal dari tanaman kunyit yang ditanam sebagai bagian dari apotek hidup, murid bersama guru memulai proses dari pemanenan rimpang, pencucian hingga bersih, pengirisan tipis, penjemuran, hingga penggilingan menjadi bubuk berkualitas.

BACA JUGA:  Menuju Pembelajaran Modern, KKG Gugus 2 Barebbo Gelar Pertemuan Bahas Program Kerja dan Papan Interaktif Digital

Seluruh tahapan dilakukan dengan penuh ketelitian dan kerja sama, mencerminkan pembelajaran berbasis praktik yang tidak hanya edukatif tetapi juga menyenangkan. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada murid tentang bagaimana sebuah produk dihasilkan dari bahan alami hingga siap dipasarkan.

Produk akhir berupa “Kunyit Bubuk UPT SD Negeri 41 Mallari” dikemas secara praktis dan higienis. Produk ini dapat digunakan sebagai rempah masakan maupun bahan kesehatan alami, sehingga memiliki nilai guna sekaligus nilai jual yang tinggi.

Kepala UPT SD Negeri 41 Mallari Hj. Jumriati, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk menumbuhkan kemandirian serta jiwa kewirausahaan murid sejak usia dini. Ia menegaskan pentingnya menggabungkan teori dengan praktik nyata dalam proses pembelajaran.

BACA JUGA:  Babinsa Desa Cempaniga Gelar Komsos Bersama Warga untuk Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

“Kami ingin Murid -murid tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mampu menciptakan sesuatu yang bernilai. Ini adalah langkah kecil menuju generasi yang mandiri, kreatif, dan produktif,” ujarnya, Selasa (05/05/26).

Antusiasme murid terlihat dalam setiap proses kegiatan. Dengan bimbingan guru, mereka belajar bekerja sama, disiplin, serta memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kualitas produk. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter murid.

Ke depan, pihak sekolah berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan menjangkau pasar yang lebih luas. Program ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi identitas kewirausahaan sekolah.

BACA JUGA:  Siap Ikut Kemah Bakti dan Lomba Kontingen PMR MTsN 3 Bone Dilepas Kepala Madrasah 

Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa dari lingkungan sekolah dasar pun dapat lahir karya kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta berdampak positif bagi masa depan generasi muda. (*Red/ Tamzil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.