Bupati Bone Gandeng PT Biosant Tirta Lesta, Siap Investasi Rp200 Miliar Untuk Perkuat Layanan Air

oleh -60 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Bertempat di Rumah Jabatan Bupati Bone di Jalan Petta Ponggawae, Watampone, menjadi pusat berbagai keputusan strategis daerah itu, Pemerintah Kabupaten Bone resmi menjalin Kesepakatan Bersama dengan PT Biosant Tirta Lestari tentang Pengembangan Fasilitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) Watampone pada Kamis pagi, 12 Februari 2026,

Penandatanganan nota kesepakatan (MoU) dilakukan langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM dan Direktur PT Biosant Tirta Lestari, Vino Hasyim. Momen tersebut menjadi langkah awal penguatan sistem penyediaan dan distribusi air bersih bagi masyarakat Watampone dan sekitarnya.

Bagi Bupati Andi Asman, kerja sama ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan jawaban atas kebutuhan mendasar masyarakat.

“Ini adalah kebutuhan dasar. Air bersih harus tersedia dan layak dikonsumsi. Pemerintah wajib hadir untuk memastikan distribusinya tertata dengan baik dan bisa dinikmati masyarakat secara berkelanjutan,” tegasnya.

BACA JUGA:  H. Rusli Pimpin APDESI Bone, Ini Program Pertamanya

Ia mengakui, permintaan penambahan kuota dan peningkatan layanan air bersih kerap menjadi aspirasi yang disampaikan warga, baik secara langsung maupun melalui berbagai saluran informasi. Di sisi lain, Perumda PDAM Wae Manurung masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kebocoran jaringan hingga keterbatasan cakupan layanan.

Karena itu, Pemkab Bone membuka komunikasi dengan berbagai pihak dan mitra strategis hingga akhirnya bertemu dengan PT Biosant Tirta Lestari untuk bersama-sama merancang solusi jangka panjang.

“Kita ingin instalasi air ini tertata permanen. Konsepnya bukan hanya untuk lima atau sepuluh tahun, tetapi sampai ratusan tahun ke depan. Pemerintahan boleh berganti, tapi pelayanan dasar harus tetap berjalan,” ujar Bupati.

Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah unsur lintas sektor, mulai dari perwakilan instansi teknis, pengelola sumber daya air, hingga unsur kecamatan dan kelurahan. Kehadiran berbagai pihak ini menandakan bahwa pengembangan instalasi pengolahan air tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga regulasi, tata ruang, irigasi primer–sekunder–tersier, hingga dampaknya terhadap masyarakat.

BACA JUGA:  Tiga ASN Bone Diberhentikan Sementara, Dua Kasus Narkoba, Satu Korupsi

Bupati secara khusus meminta camat dan lurah untuk aktif menyampaikan informasi kepada warga terkait rencana pengembangan jaringan maupun penambahan instalasi. Ia menyadari, dalam setiap proyek infrastruktur, selalu ada dinamika di tengah masyarakat.

“Nanti tentu ada yang menerima, ada juga yang mungkin keberatan karena jaringan harus membentang melewati wilayah tertentu. Di sinilah peran pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk menjelaskan bahwa ini demi kepentingan bersama,” katanya.

Bupati Andi Asman menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengawal proses ini agar berjalan sesuai aturan dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Air adalah kebutuhan paling dasar. Kalau ini bisa kita tata dengan baik, maka kita sedang membangun fondasi kesejahteraan masyarakat Bone,” pungkasnya.

Dengan penandatanganan MoU tersebut, harapan akan layanan air bersih yang lebih merata dan berkelanjutan di Watampone kini semakin nyata. Pemerintah dan mitra swasta pun sepakat, kolaborasi adalah kunci untuk menjawab kebutuhan hari ini dan menyiapkan Bone untuk masa depan.

BACA JUGA:  Beri Kelancaran Lalu Lintas, Personel Satlantas Polres Laksanakan Blue Light Patrol

Sementara itu, Direktur PT Biosant Tirta Lestari, Vino Hasyim, menyambut baik kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bone. Ia menilai kerja sama ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat sistem pengolahan dan distribusi air bersih yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Watampone sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan ekonomi Kabupaten Bone terus mengalami pertumbuhan. Pertambahan penduduk dan aktivitas usaha membuat kebutuhan air bersih semakin meningkat. Sementara itu, jaringan eksisting masih memerlukan penguatan, baik dari sisi kapasitas produksi maupun distribusi.

Ketersediaan air bersih menjadi salah satu fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Direktur PT. Biosant Tirta Lesta. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.