SINJAI, TRIBUNBONEONLINE.COM–Cerita pilu dialami seorang gadis asal Kabupaten Bone inisial AS saat akan mendaki ke Gunung Bawakaraeng, Sabtu (26/04/2025).
AS bersama sebelas temannya melewati jalur Tassoso, Desa Gunung Perak, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai menuju gunung. Namun dalam perjalanan tersebut, AS mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan alias pelecehan dari salah seorang pria yang diduga merupakan warga lokal atau Kecamatan Sinjai Barat.
Korban meyakini pelaku merupakan warga lokal karena saat itu pelaku berpakaian layaknya orang yang akan berkebun dengan ciri-ciri pakaian berwarna hijau kecoklatan yang mulai pudar, celana pendek berwarna cream, memakai topi sambil mengenakan ransel dan memegang parang ditemani seekor anjing yang berwarna coklat muda lembut kemudian di bulu bagian leher sang anjing atau kepalanya berwarna putih dan menggunakan kalung tali di lehernya (anjing, red).
Lagi kata korban, pelaku melakukan aksinya sekitar pukul 11.50 Wita saat korban berada di antara Pos 3 dan Pos 4 menuju puncak gunung via Tassoso.
Sebelum kejadian, korban dan beberapa temannya bertemu terduga pelaku di sungai terakhir antara pos 2 dan 3, sementara 4 orang teman korban lainnya sudah menuju pos 3. Korban menduga, pelaku ikut naik sebelum rombongan belakang naik.
Dari cerita korban, sebelum menuju Pos 3, teruga pelaku sempat berbincang dengan salah satu rombongan belakang. Teman korban Inisial M bertanya kepada terduga pelaku “Mauki naik di (Gunung) Bawakaraeng om ?. Diduga pelaku menjawab “tidakji, adaji mau pergi saya liat di atas,” ujar terduga pelaku. Setelah itu, terduga pelaku naik lalu bertemu kembali dengan 4 rombongan yang berada di depan.
“Posisinya empat orang ini sudah berada di Pos 3 dan diduga pelaku ini melewatinya,” terang korban.
Selanjutnya, empat orang teman korban melanjutkan perjalanan menuju ke Pos 4 , korban yang berada di barisan ke 6 pada saat itu. Beberapa rombongan lain juga melanjutkan perjalanan namun korban pada saat itu berjalan sendiri menuju ke Pos 4 yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rombongan baris ke 5 dan ke 7. Korban kembali bertemu pelaku dan menyapa dan mengatakan “Tabe Om,” dengan maksud meminta izin untuk lewat.
Di saat itulah menurut korban, terduga pelaku melakukan aksi bejatnya tanpa mengatakan apa-apa langsung dengan cepat memegang buah dada korban. Pelaku kemudian lari melipir ke kanan masuk hutan tanpa melewati jalur umum.
Akibat perlakukan tersebut, korban pun spontan berteriak hingga didengar rombongan pendaki yang ada di depan korban. Awalnya, mereka yang mendengar mengira korban berteriak karena melihat makhluk halus.
Beberapa pengakuan warga bahwa terduga pelaku juga pernah melakukan aksi serupa namun tidak ada tindak lanjut atas kejadian tersebut. Korban pun berharap agar kejadian ini dapat menjadi perhatian aparat keamanan setempat serta mengimbau pendaki lainnya agar selalu waspada terhadap aksi bejat seperti itu. (LSee)







