Oleh: Dray Vibrianto
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone
Workshop pengelolaan bentang lahan yang diselenggarakan oleh ICRAF–SCF–YPLMI pada 16 Desember 2025 di Novena Hotel Bone menjadi momentum penting untuk berbagi pandangan dan pengalaman tentang masa depan lingkungan hidup di Kabupaten Bone. Dari forum tersebut, muncul satu pesan sederhana namun bermakna: ayo tinggalkan legacy baik.
Pesan ini relevan dengan tantangan yang kita hadapi bersama, khususnya dalam mengelola Daerah Aliran Sungai (DAS) Walennae. Bagi masyarakat Bone, DAS Walennae bukan sekadar alur sungai. Ia adalah sumber air, penghidupan, dan ruang hidup yang menghubungkan wilayah hulu, tengah, hingga hilir. Apa yang terjadi di satu bagian akan berdampak pada bagian lainnya.
Kita menyadari bahwa tekanan terhadap lingkungan semakin meningkat. Perubahan penggunaan lahan, praktik pengelolaan yang belum sepenuhnya lestari, serta keterbatasan koordinasi lintas sektor menjadi tantangan nyata. Kondisi ini mengingatkan kita bahwa pengelolaan DAS tidak dapat dilakukan secara terpisah-pisah, melainkan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, Program Lahan untuk Kehidupan (Land4Lives) menjadi salah satu upaya kolaboratif yang patut diapresiasi. Program ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bone dan ICRAF World Agroforestry, yang dilaksanakan bersama SCF dan YLPMI, dengan dukungan pendanaan dari Global Affairs of Canada (GAC). Pendekatan yang dikembangkan mendorong keterlibatan aktif masyarakat, khususnya petani, sebagai bagian penting dari solusi pengelolaan lahan.
Pemerintah Kabupaten Bone memandang bahwa pengelolaan DAS Walennae perlu dijalankan dengan berlandaskan pada tiga nilai utama: kemandirian, keadilan, dan keberlanjutan. Kemandirian berarti masyarakat didorong untuk memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam mengelola sumber daya alamnya. Keadilan berarti setiap kelompok mendapatkan manfaat yang proporsional dan tidak menanggung beban lingkungan secara sepihak. Sementara keberlanjutan menuntut kesabaran dan konsistensi dalam kebijakan serta praktik di lapangan.
Lingkungan hidup bukanlah penghambat pembangunan. Justru dari lingkungan yang terjaga, kesejahteraan masyarakat dapat tumbuh secara lebih kokoh. DAS Walennae yang sehat akan mendukung ketahanan pangan, ketersediaan air, dan stabilitas ekonomi masyarakat Bone dalam jangka panjang.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak—lembaga pendamping, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat—dalam menjaga dan memulihkan fungsi DAS Walennae. Upaya ini membutuhkan peran bersama, saling percaya, dan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah investasi bagi masa depan.
Ajakan meninggalkan legacy baik tidak hanya ditujukan kepada pemerintah, tetapi kepada kita semua. Setiap kebijakan, setiap praktik, dan setiap pilihan yang kita ambil hari ini akan menjadi warisan bagi generasi berikutnya. Semoga yang kita tinggalkan adalah lingkungan yang lebih lestari, masyarakat yang lebih berdaya, dan Kabupaten Bone yang tumbuh secara berkelanjutan.







