Tiga Hari Supervisi Akademik di UPT SDN 207 Apala, Hj. Rosmini Dorong Guru Tinggalkan Pola Lama Menuju Pembelajaran Mendalam

oleh -116 x dibaca

BAREBBO, TRIBUNBONEONLINE.COM– Bukan sekadar memeriksa perangkat pembelajaran, Kepala UPT SDN 207 Apala, Kecamatan Barebbo, Hj. Rosmini, S.S., S.Pd., M.M., mendorong para guru berani meninggalkan pola mengajar konvensional dan beralih menuju pembelajaran mendalam yang lebih bermakna bagi murid. Pesan tegas itu mengemuka dalam pelaksanaan supervisi akademik selama tiga hari yang menyasar tiga guru pada jenjang kelas berbeda. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memastikan bahwa pembelajaran di ruang kelas tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemahaman murid.

Tiga guru yang menjadi sasaran supervisi tersebut yakni Dra. Sa’nang, guru kelas I; Kasmiani, S.Pd.Gr., guru kelas II; serta Jumiati, S.Pd.SD.Gr., guru kelas IV. Di bawah kepemimpinan Hj. Rosmini, supervisi diarahkan sebagai ruang pembinaan profesional, evaluasi, dan refleksi terhadap praktik pembelajaran. Menurutnya, keberhasilan guru tidak cukup diukur dari kelengkapan administrasi atau tuntasnya materi pelajaran. Lebih penting dari itu, guru harus mampu memastikan murid benar-benar memahami apa yang dipelajari, berani bertanya, aktif berpendapat, serta dapat menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:  MUSRENBANG DI KEC. LAPPARIAJA BONE

 

“Supervisi akademik ini bukan semata-mata untuk mencari kesalahan guru, melainkan menjadi sarana pendampingan, refleksi, dan perbaikan bersama. Kami ingin memastikan bahwa proses pembelajaran yang berlangsung di kelas benar-benar memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi murid,” ujar Hj. Rosmini. Kamis (8/10/2026).

 

Ia menegaskan, pembelajaran mendalam menuntut perubahan cara pandang guru dalam mengelola kelas. Guru tidak boleh hanya menjadi penyampai informasi, tetapi harus mampu merancang pengalaman belajar yang interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan serta tahap perkembangan murid. Pola lama yang menempatkan murid sekadar sebagai penerima materi perlu dievaluasi, agar proses belajar benar-benar membuka ruang bagi murid untuk memahami, menerapkan, dan merefleksikan pengetahuan.

 

Menurut Hj. Rosmini, supervisi juga menjadi sarana untuk menilai perencanaan pembelajaran, pemilihan metode dan media, pengelolaan kelas, hingga pelaksanaan asesmen. Setiap masukan yang diberikan harus ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata, bukan berhenti sebagai catatan evaluasi. “Harapan kami, melalui supervisi ini, guru semakin percaya diri dalam mengembangkan strategi pembelajaran, semakin terampil mengelola kelas, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dari proses pembelajaran yang berlangsung setiap hari,” tegasnya. Ia berharap, kegiatan tersebut menumbuhkan budaya kerja yang terbuka terhadap kritik, mau belajar, dan konsisten meningkatkan kompetensi demi memperkuat kualitas layanan pendidikan di UPT SDN 207 Apala.

BACA JUGA:  Polsek Awangpone Gelar Patroli Biru dalam Rangka Operasi Lilin 2025

 

Sementara itu, Jumiati, S.Pd.SD.Gr., guru kelas IV yang mengikuti supervisi, menilai kegiatan tersebut sebagai kesempatan berharga untuk mengevaluasi sekaligus memperbaiki praktik mengajar. Ia mengakui, perubahan menuju pembelajaran mendalam membutuhkan kemauan guru untuk terus mengembangkan kreativitas, menyesuaikan strategi dengan kebutuhan murid, dan tidak terpaku pada kebiasaan lama. “Bagi kami sebagai guru, supervisi akademik menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan terus berbenah. Melalui kegiatan ini, kami dapat mengetahui hal-hal yang sudah berjalan dengan baik sekaligus bagian yang masih perlu diperbaiki agar pembelajaran di kelas semakin efektif dan bermakna,” ungkapnya. Ia menambahkan, tujuan utama pembelajaran bukan sekadar membuat murid menerima materi, melainkan membantu mereka memahami konsep dan mampu menerapkannya.

BACA JUGA:  SMPN 1 Barebbo Laksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Dihadiri Kadis Pendidikan Kabupaten Bone

 

Tiga hari supervisi akademik tersebut menjadi langkah awal yang perlu dibuktikan melalui perubahan di ruang kelas. Tantangan sesungguhnya bukan pada terlaksananya supervisi, melainkan pada konsistensi guru menerapkan hasil evaluasi dalam kegiatan belajar sehari-hari. Hj. Rosmini diharapkan terus mengawal tindak lanjut supervisi agar perubahan tidak berhenti pada dokumen dan slogan pembelajaran mendalam. Sebab, mutu pendidikan tidak lahir hanya dari administrasi yang rapi, tetapi dari interaksi guru dan murid yang berkualitas, strategi belajar yang tepat, serta keberanian sekolah untuk terus berbenah. Kini, ukuran keberhasilan bukan lagi sekadar apa yang diajarkan guru, melainkan sejauh mana murid benar-benar memahami dan mampu menggunakan apa yang dipelajarinya.  (Tamzil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.