KONI Bone Bidik Peringkat Dua Porprov XVIII Sulsel, Target 92 Medali Emas

oleh -84 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bone Tahun 2026 berlangsung di Aula Sekretariat KONI Bone, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bone, H. Andi Akbar, S.Pd., M.Pd., yang mewakili Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M.

Rakerkab dihadiri pengurus KONI Kabupaten Bone serta dua perwakilan yang mendapat mandat dari masing-masing cabang olahraga (cabor) yang terdaftar di KONI Bone.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Muhammad Awaluddin, S.Sos., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakerkab diikuti oleh lebih dari 90 persen peserta undangan sehingga dinilai telah memenuhi kuorum.

“Untuk rapat kerja ini, kami mengundang sekitar 40 cabang olahraga dengan meminta dua perwakilan agar bisa dilaksanakan rapat kerja sebagai tatanan organisasi yang baik. Salah satu syarat untuk berorganisasi adalah melaksanakan rapat kerja,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Rakerkab menjadi bagian penting dalam tata kelola organisasi KONI, meskipun sebelumnya terdapat penundaan pelaksanaan. Sejumlah agenda yang dibahas meliputi penyusunan dan penetapan program kerja, penyelarasan program pembinaan antara KONI dan seluruh cabor, strategi peningkatan prestasi, serta penguatan koordinasi dan sinergi antarpengurus.

H. Andi Akbar, S.Pd., M.Pd.

Bahan rapat kerja, lanjutnya, telah disiapkan melalui tim perumus yang ditetapkan dalam Musyawarah Kabupaten KONI Bone sebelumnya. Bahan tersebut kemudian dikonversi ke dalam komisi-komisi dan dibagi berdasarkan bidang untuk dibahas dalam rapat pleno.

“Jika ada perubahan silakan diubah, jika ada tambahan boleh ditambahkan untuk ditetapkan di rapat kerja hari ini,” jelasnya.

Ketua KONI Bone Dorong Pembenahan Venue Porprov

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Bone, Drs. Asiswa Karim, menegaskan bahwa Rakerkab bukan merupakan forum pertanggungjawaban organisasi, melainkan wadah penyampaian laporan pelaksanaan program kerja, evaluasi, dan pertukaran gagasan untuk pengembangan olahraga prestasi.

Menurutnya, pertanggungjawaban organisasi KONI disampaikan melalui forum musyawarah. Adapun Rakerkab menjadi ruang bagi pengurus dan cabang olahraga untuk saling memberi masukan serta menyelaraskan program pembinaan.

BACA JUGA:  Siswa SMA 8 Bone Dapatkan Doorprize Sepeda Listrik Gerakan Sulsel Anti Mager

“Forum ini tidak lebih adalah forum saling memberi dan menerima, take and give. Kita sharing untuk melihat ke depan bagaimana membangun, mengelola, membina, dan mengembangkan olahraga prestasi,” katanya.

Asiswa Karim juga menyoroti persiapan Kabupaten Bone sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 yang diselenggarakan bersama Kabupaten Wajo.

Ia meminta perhatian lebih dari pemerintah daerah terhadap pembenahan sejumlah venue pertandingan, khususnya cabang olahraga panjat tebing, panahan, dan voli pasir.

Menurutnya, venue panjat tebing di Bone membutuhkan perhatian khusus karena keterbatasan lokasi yang tersedia. Sementara itu, fasilitas panahan masih memerlukan sejumlah kelengkapan, sedangkan venue voli pasir di kawasan Islamic Center dinilai perlu dibenahi atau dipertimbangkan untuk dipindahkan ke lokasi alternatif.

“Kita sebagai tuan rumah sudah dibagi cabang berdasarkan hasil penetapan KONI. Di Bone ini ada 26 cabor,” ujarnya.

Asiswa menekankan bahwa waktu persiapan yang tersisa perlu dimanfaatkan secara optimal, termasuk dalam pembenahan sarana dan prasarana pertandingan. Ia juga menyebut agenda daerah lainnya berpotensi menyita perhatian pemerintah sehingga koordinasi dan percepatan persiapan perlu dilakukan.

KONI Bone Targetkan Lompatan ke Peringkat Kedua

Dalam kesempatan tersebut, Asiswa Karim menyampaikan harapan agar Kabupaten Bone mampu meningkatkan peringkat prestasi pada Porprov XVIII Sulsel 2026.

Setelah beberapa pelaksanaan Porprov sebelumnya menempatkan Bone di peringkat keempat, ia mendorong adanya peningkatan prestasi menuju peringkat kedua.

“Bone sebenarnya juga itu harus ada lompatan. Yang telah kita bangun dulu mulai Bantaeng, Pangkep, dengan Sinjai, tetap bertahan pada posisi keempat. Tetapi tidaklah mungkin Bone ini mau melompat turun ke tiga karena ada Maros, terpaksa kami melompat ke dua untuk Kabupaten Bone,” tuturnya.

BACA JUGA:  Bilopa FC Kalahkan Muara Ijo FC di laga 8 Besar, Berhak Melaju Semifinal

Ia berharap Rakerkab menghasilkan program yang konkret dan selaras dengan kebutuhan cabang olahraga, khususnya dalam menghadapi Porprov. Sinergi antara KONI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga dinilai penting untuk mencapai target tersebut.

Asiswa juga mengajak seluruh pihak menerapkan semangat kebersamaan yang tercermin dalam falsafah Bugis, yaitu saling mengangkat dan tidak saling menjatuhkan.

Pemkab Bone Siapkan Bonus Atlet dan Pelatih

Mewakili Bupati Bone, Kepala Dispora Kabupaten Bone H. Andi Akbar menyampaikan bahwa pembinaan olahraga merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, olahraga berperan dalam membentuk disiplin, kerja keras, sportivitas, kepercayaan diri, dan karakter.

Ia menekankan pentingnya pembinaan atlet secara terencana, berkelanjutan, dan terukur, mulai dari penemuan bibit potensial hingga peningkatan kualitas pelatih dan pemanfaatan sarana prasarana.

“Pembinaan olahraga harus dilakukan secara terencana, berkelanjutan, dan terukur. Kita tidak boleh hanya mencari atlet ketika menghadapi sebuah kejuaraan atau multipesta,” katanya.

Andi Akbar juga mengaitkan pembinaan atlet dengan pelaksanaan Forkab Bone 2026 yang menjadi salah satu wadah penjaringan dan pembinaan atlet pelajar potensial untuk dipersiapkan ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

Drs. Asiswa Karim

Terkait penyelenggaraan Porprov XVIII Sulsel 2026, ia menyebut Pemerintah Kabupaten Bone bersama KONI dan para pemangku kepentingan terus mempersiapkan berbagai kebutuhan, termasuk sarana dan prasarana, akomodasi, transportasi, kesehatan, keamanan, serta koordinasi lintas sektor.

“Porprov bukanlah tujuan akhir pembinaan olahraga. Porprov adalah salah satu momentum untuk melihat sejauh mana sistem pembinaan olahraga kita telah berjalan,” ujarnya.

Bonus Rp3 Miliar Disiapkan, Target 92 Medali Emas

Dalam sambutannya, Andi Akbar mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone telah menyiapkan anggaran bonus bagi atlet berprestasi pada Porprov 2026.

Ia menyampaikan bahwa anggaran bonus yang telah disiapkan mencapai sekitar Rp3 miliar, dengan kemungkinan penambahan apabila kebutuhan bonus melebihi anggaran yang tersedia.

BACA JUGA:  RPH Lestari FC dan Mattoanging FC Pastikan Tiket ke 16 besar Turnamen Libureng Cup III

Besaran bonus yang disebutkan meliputi Rp35 juta untuk peraih medali emas perorangan. Sementara itu, bonus untuk nomor beregu disesuaikan dengan jumlah anggota tim, dengan nominal yang disebutkan mencapai sekitar Rp100 juta untuk kategori beregu dengan jumlah anggota lebih dari empat orang. Bonus bagi pelatih juga turut dipersiapkan.

“Yang sudah di-SK-kan itu adalah Rp35 juta, Bapak/Ibu, untuk perorangan. Jadi perorangan Rp35 juta. Kemudian ada beregu, itu lebih tinggi lagi,” jelasnya.

Andi Akbar menyampaikan bahwa target yang diusung Kabupaten Bone dalam Porprov 2026 mencapai 92 medali emas. Namun, ia menyebut perolehan sekitar 50 medali emas juga dapat menjadi capaian yang mendukung upaya Bone untuk menempati peringkat kedua.

Pada Porprov sebelumnya, Bone disebut meraih 27 medali emas dan berada di peringkat keempat. Ia menjelaskan bahwa posisi tersebut dipengaruhi oleh perolehan medali perak yang membedakan Bone dari daerah lain.

Persiapan Atlet Terus Berjalan

Menjelang pelaksanaan Porprov, Andi Akbar menyebut sejumlah cabang olahraga telah melaksanakan pemusatan latihan atau training center (TC). Cabang olahraga karate bahkan telah menggelar TC terpusat di Makassar, sementara beberapa cabor lainnya juga direncanakan melaksanakan pemusatan latihan.

Dr. Muhammad Awaluddin, S.Sos., M.Si.

Ia berharap persiapan yang dilakukan secara konsisten dapat mendukung pencapaian target prestasi Kabupaten Bone.

“Target kita adalah 92. Kami tidak hitung lagi perak dan perunggu. Jadi yang ditargetkan kita adalah emas,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus KONI dan cabang olahraga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta memastikan pembinaan atlet berjalan secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang kejuaraan.

Rakerkab KONI Kabupaten Bone 2026 diharapkan menghasilkan program kerja yang terarah, memperkuat sinergi antarcabang olahraga, dan mendukung persiapan kontingen Bone menghadapi Porprov XVIII Sulawesi Selatan 2026. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.