Dauroh Tajwid MTsN 3 Bone dan Yapic Al Mukrimin Gelar Maulid

oleh -806 x dibaca

LIBURENG, TRIBUNBONEONLINE.COM–Majelis Daurah Tajwid MTsN 3 Bone dan Pondok Tahfidz Yapic Al Mukrimin digelar di Dusun Labuleng Desa Mattiro Deceng, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sabtu malam (29/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Dusun Labuleng tersebut dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara dihadiri Kepala Desa Mattiro Deceng Abd. Kadir, Kepala MTsN 3 Bone H. Alimin, S.Pd.I., M.Si., Sekdes Mattiro Deceng, tokoh masyarakat, para pendidik, serta masyarakat setempat.

Kepala Desa Mattiro Deceng, Abd. Kadir, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut. Menurutnya, dauroh tajwid menjadi momentum penting bagi anak-anak untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid.

Ia berharap bekal ilmu agama yang diperoleh anak-anak dapat menjadi benteng dalam menghadapi berbagai tantangan di era teknologi yang berkembang semakin pesat.

“Dengan adanya kegiatan ini, kita bisa memperoleh pelajaran Al-Qur’an, khususnya dalam penyebutan dan penerapan tajwid. Saya yakin dan percaya, ke depan anak-anak kita dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak dan mampu menghadapi tantangan teknologi yang tidak bisa dibendung,” ujarnya.

BACA JUGA:  SMPN 2 Barebbo Juara Pertama Nyanyi Solo Daerah di Pekan Kebudayaan Daerah 2024

Abd. Kadir juga mengajak masyarakat Desa Mattiro Deceng, khususnya warga Dusun Labuleng, untuk bersyukur atas hadirnya kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh para santri dan pengelola Pondok Tahfidz Yapic Al Mukrimin.

“Dengan pemahaman dan bekal agama yang dimiliki, anak-anak kita diharapkan mampu menghadapi godaan serta tantangan teknologi yang semakin tidak terbendung. Kehadiran kegiatan seperti ini tentu membawa dampak positif bagi anak-anak di desa,” katanya.

Sementara itu, Kepala MTsN 3 Bone sekaligus Pimpinan Pondok Tahfidz Yapic Al Mukrimin, H. Alimin, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Mattiro Deceng dan tokoh masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, rangkaian Daurah Tajwid berlangsung selama tiga hari. Pada malam terakhir, kegiatan dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan secara sederhana dan melibatkan masyarakat setempat.

“Terima kasih kepada Kepala Desa Mattiro Deceng bersama tokoh masyarakat atas dukungannya sehingga acara ini dapat terselenggara dan berjalan lancar. Semua ini tidak terlepas dari dukungan kita bersama,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Gemilang Kecamatan Mare Sabet Juara 1 Lomba Cerdas Cermat SD pada Disdik Beramal Expo 2026

Menurut H. Alimin, pelaksanaan Daurah Tajwid tersebut merupakan kegiatan perdana yang digelar di Desa Mattiro Deceng. Selain menjadi sarana meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.

“Kegiatan Dauroh Tajwid ini berlangsung selama tiga hari dan malam ini dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kami melaksanakannya dengan sangat sederhana, berbaur bersama masyarakat setempat. Anak-anak juga diberikan ruang untuk melakukan syiar Islam,” jelasnya.

Sebelum mendengarkan ceramah agama, terlebih dahulu lantunan ayat suci Al-Qur’an, salawatan oleh santriwati pondok tahfidz, pembacaan Sirat Nabi Muhammad SAW, serta penyampaian kisah sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW oleh santri pondok tahfidz Yapic Al Mukrimin Bone.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam rangkaian kegiatan tersebut diisi dengan ceramah agama yang disampaikan Ustadz Arham, Lc., dengan mengangkat tema “Senang Melakukan Kebaikan.”

BACA JUGA:  Anggun dan Cantik, Ekspresi Perempuan MIN 4 Bone di Hari Kartini

Dalam ceramahnya, Ustadz Arham mengajak jamaah untuk meneladani akhlak dan kehidupan Rasulullah SAW dengan membiasakan diri melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengisahkan perjalanan kehidupan Rasulullah SAW sejak kelahirannya. Nabi Muhammad SAW lahir dalam kondisi yatim setelah ayah beliau, Abdullah bin Abdul Muthalib, wafat sebelum Rasulullah SAW dilahirkan.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup Rasulullah SAW yang penuh ujian. Namun, berbagai keadaan yang dihadapi tidak menghalangi beliau untuk tumbuh menjadi pribadi yang mulia dan membawa risalah Islam bagi umat manusia.

Ustadz Arham menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan, khususnya dalam menumbuhkan kecintaan untuk berbuat baik, membantu sesama, menjaga akhlak, serta memperkuat kepedulian di tengah masyarakat.

Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, terutama generasi muda dan para santri, untuk menjadikan kebaikan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dan menutup seluruh rangkaian acara ini, persembahan qasidah rebana dari ibu-ibu BKMT Dusun Labuleng Desa Mattiro Deceng. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.