KEPMI BONE LAMAKKAWA UIM SOROTI SEJUMLAH SPBU di BONE

oleh -690 x dibaca

MARE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Terjadi Antrean Panjang BBM di sejumlah SPBU di Kabupaten Bone, Andi Sawerigading menyoroti kejadian tersebut karena dapat menimbulkan lakalintas di sejumlah kecamatan.

Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) belakangan ini menjadi perhatian Andi Sawerigading, Wakil Ketua DPK KEPMI Bone Lamakkawa Universitas Islam Makassar (UIM).

Sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Bone, saya menyaksikan langsung pemandangan yang sangat memprihatinkan di Kecamatan Mare. Antrean kendaraan melular panjang hingga memakan sebagian bahu jalan di poros utama. Kondisi ini bukan sekadar keterlambatan pengisian bahan bakar, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan para pengguna jalan yang melintas di jalur poros tersebut.

“Tentu kejadian tersebut dapat menimbulkan kejadian lakalintas dikarenakan hal tersebut hampir terjadi pada diri saya sendiri pada saat saya sedang melakukan perjalanan dari daerah asal saya d Kecamatan Mare menuju ke Kota Makassar, saya melihat di sepanjang jalan terjadi antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU yang ada d Kabupaten Bone,” ujar Andi Sawerigading.

BACA JUGA:  Wujud Kebersamaan, Babinsa Salomekko Turun Sawah Bantu Petani

Fenomena ini memicu pertanyaan besar yang mendasar terhadap tata kelola dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Bone:

1. Apakah terjadi penurunan pasokan dari Pertamina? Apakah kuota pasokan BBM untuk Kabupaten Bone, yang terjadi di sejumlah SPBU, termasuk SPBU Kecamatan Mare, memang mengalami penurunan drastis dari pihak distributor/Pertamina? Jika ya, apa alasan teknis di balik pemangkasan kuota tersebut dan sampai kapan kondisi ini berlarut-larut?

2. Ataukah ada indikasi penimbunan dan permainan spekulan? Di Sisi lain, publik berhak bertanya: apakah antrean mengular ini dipicu oleh aksi penimbunan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab? Praktik pembelian secara tidak wajar (pembelian berulang/pelangsiran) yang memanfaat ruang pengawasan yang longgar sering kali menjadi biang kerok kelangkaan buatan di lapangan.

BACA JUGA:  Murid MI Tunas Harapan Sugiale Laksanakan P5 Olahan Makanan Tradisional dan Modern

3. Bagaimana pengawasan Pemkab Bone dan Aparat Terkait?Pemerintah Kabupaten Bone bersama pihak berwenang dan pengelola SPBU tidak boleh tinggal diam melihat bahaya lalu lintas yang ditimbulkan dari bahu jalan yang tersita antrean. Langkah tegas apa yang telah dan akan diambil untuk memastikan distribusi tepat sasaran serta menindak tegas dugaan pelanggaran hukum?

Masyarakat membutuhkan kepastian pasokan, kenyamanan beraktivitas, serta jaminan keselamatan di jalan raya. Keterbukaan informasi dari Pemerintah Kabupaten Bone dan Pertamina mengenai status riil pasokan BBM sangat diperlukan agar tidak timbul spekulasi liar dan keresahan yang berpanjang di tengah warga.

BACA JUGA:  Inovatif UPT SD Inpres 5/81 Kading Gelar Asesmen Sumatif Akhir Jenjang Berbasis Digital

Akibat antren panjang kendaraan di sejumlah SPBU, sehingga Bupati Bone H Andi Asman Sulaiman, kemarin telah membentuk Tim Satgas yang diketuai Wakil Bupati Bone, H Andi Akmal Pasluddin untuk bergerak cepat mencari solusinya. “Kepada warga masyarakat Bone khususnya pemilik kendaraan yang antri ambil pertalite dan solar di sejumlah SPBU mohon bersabar. Sekarang kami bekerja keras untuk mencarikan solusinya agar tidak terjadi lagi antrian panjang. Sekali lagi, mohon bersabar. Berilah kesempatan Tim Satgas untuk bekerja secara profesional,” ungkap Andi Akmal Paskuddin. (*/dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.