BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Hari pertama sekolah selalu menghadirkan cerita baru. Senyum, harapan, dan semangat memenuhi wajah anak-anak yang memulai langkah di jenjang pendidikan baru. Di Kabupaten Bone, momen awal Tahun Ajaran 2026/2027 terasa semakin istimewa. Ratusan siswa SD dan SMP berkumpul di Halaman Rumah Jabatan Bupati Bone, Senin (13/7), bukan hanya untuk memulai tahun pelajaran baru, tetapi juga menerima seragam sekolah gratis dari Pemerintah Kabupaten Bone.
Di bawah kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. dan Wakil Bupati Bone H. Andi Akmal Pasluddin, program pembagian seragam gratis kembali dilaksanakan sebagai bagian dari Program BerAmal. Program ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan setiap anak dapat memulai sekolah dengan rasa percaya diri yang sama.
Suasana halaman rumah jabatan dipenuhi wajah-wajah ceria. Seragam yang tersusun rapi menjadi simbol dimulainya perjalanan baru ribuan anak Bone. Bagi sebagian orang tua, bantuan ini bukan sekadar pakaian sekolah, tetapi juga harapan agar biaya pendidikan yang tersisa dapat dialihkan untuk kebutuhan belajar lainnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Baharuddin, S.Pd., M.M. beserta jajaran, Asisten I Drs. H. A. Muh. Yamin AT, M.Si., Asisten II Drs. Andi Amran, M.Si., Kepala BKPSDM Bone Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si., serta para guru, kepala sekolah, dan orang tua siswa.
Dalam laporannya, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Baharuddin menyampaikan bahwa penyerahan seragam gratis merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Bone melalui Program BerAmal. Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman sekaligus peluncuran Gas BerAmal (Gerakan Galakkan Aksi Ambil Sampah Bersih, Asri, Mandiri, Aman, dan Lestari) sebagai bagian dari penguatan budaya hidup bersih di lingkungan pendidikan.
Tahun ini, sebanyak 18.426 seragam sekolah disalurkan kepada peserta didik baru di seluruh Kabupaten Bone. Jumlah tersebut terdiri atas 11.026 seragam untuk siswa SD dan 7.400 seragam untuk siswa SMP.
Distribusi dilakukan serentak pada hari pertama masuk sekolah di 681 Sekolah Dasar dan 131 Sekolah Menengah Pertama yang tersebar di seluruh kecamatan. Seluruh seragam telah didistribusikan ke masing-masing wilayah sehingga dapat langsung diterima para siswa.
Pada acara penyerahan simbolis, sebanyak 300 peserta didik hadir sebagai perwakilan, terdiri atas 133 murid SD dari enam sekolah dasar dan 167 pelajar SMP dari dua sekolah menengah pertama.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa program ini telah memasuki tahun kedua pelaksanaannya dan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh jajaran Dinas Pendidikan, pengawas, kepala sekolah, dan tenaga pendidik agar pendistribusian seragam dilakukan secara tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Menurutnya, anggaran yang digunakan mencapai miliaran rupiah sehingga harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Program ini, katanya, menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang berkeadilan dengan mengurangi beban orang tua peserta didik tanpa membedakan latar belakang ekonomi.
Bupati juga menitipkan pesan kepada para siswa agar menyampaikan kepada orang tua bahwa mereka tidak lagi perlu membeli seragam sekolah karena telah difasilitasi oleh pemerintah daerah. Dana yang semula disiapkan untuk membeli pakaian sekolah diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan lainnya, seperti membeli buku, alat tulis, maupun perlengkapan belajar yang dapat menunjang prestasi anak.
Lebih jauh, ia mengajak para siswa untuk merawat seragam tersebut dengan baik karena sesungguhnya seragam itu berasal dari uang rakyat yang dikumpulkan melalui pajak. Pemberian label “gratis”, menurutnya, bertujuan agar bantuan tersebut tidak diperjualbelikan dan benar-benar dimanfaatkan oleh penerima.
Namun, bagi Bupati Bone, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah seragam yang dibagikan. Yang jauh lebih penting adalah meningkatnya kualitas belajar para siswa.
“Jangan sampai dikasih baju baru, ilmunya tidak baru,” pesannya yang disambut serempak oleh para siswa.
Ia berharap para peserta didik, khususnya yang baru memasuki jenjang SMP, semakin giat belajar agar kelak menjadi generasi yang mampu memimpin Kabupaten Bone, bahkan memberi kontribusi bagi Indonesia dan dunia.
Di hadapan para orang tua dan siswa, Bupati juga menyampaikan bahwa Rumah Jabatan Bupati bukanlah tempat yang eksklusif, melainkan rumah masyarakat Kabupaten Bone. Karena itu, ia sengaja mengundang para siswa agar mereka merasakan bahwa pemerintah hadir dekat dengan rakyat dan seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi setinggi-tingginya.
Hari pertama sekolah akhirnya menjadi lebih dari sekadar awal kalender pendidikan. Di balik selembar seragam yang dikenakan para siswa, tersimpan pesan tentang pemerataan kesempatan, kepedulian pemerintah, dan harapan besar agar tidak ada lagi anak Bone yang tertinggal hanya karena persoalan biaya.
Seragam boleh menjadi simbol keseragaman, tetapi dari sanalah tumbuh mimpi-mimpi yang beragam. Dan pada pagi itu, di halaman Rumah Jabatan Bupati Bone, ribuan mimpi kecil memulai langkah pertamanya menuju masa depan. (Ag)







