Murid MIN 8 Bone Taklukkan Puncak Gunung Rinjani

oleh -1,355 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 8 Bone. Athifah Inuhfa, murid kelas VI.B berhasil menaklukkan Puncak Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang berada pada ketinggian 3.726 meter di atas Permukaan Laut (MDPL).

Pendakian yang berlangsung pada 9–11 Juli 2026 tersebut dimulai dari Desa Sembalun, Lombok Timur, melalui salah satu jalur resmi menuju Puncak Gunung Rinjani. Dengan tekad yang kuat dan semangat pantang menyerah, Athifah berhasil mencapai salah satu puncak gunung tertinggi di Indonesia setelah menempuh perjalanan selama 3 hari 2 malam.

Keberhasilan itu tidak diraih secara instan. Sebelum pendakian, Athifah menjalani latihan fisik secara intensif selama dua bulan di bawah bimbingan guru olahraga MIN 8 Bone, Muhammad Marjan. Selama perjalanan, ia juga didampingi oleh pemandu gunung profesional demi menjaga keselamatan dan kelancaran pendakian.

Meski harus menghadapi suhu dingin yang ekstrem, jalur berbatu, dan tanjakan terjal saat summit attack, semangat Athifah tidak pernah surut. Tepat menjelang matahari terbit, ia berhasil berdiri di puncak Gunung Rinjani sambil mengabadikan momen dengan memegang papan bertuliskan “SUMMIT RINJANI 3726 mdpl”.

BACA JUGA:  Kerajinan Tangan dari Limbah Sabut Kelapa, Peluang Ekonomi Baru

Athifah mengaku pengalaman tersebut menjadi pelajaran hidup yang sangat berharga.

“Awalnya capek sekali dan sempat ingin menyerah. Tapi saya ingat pesan guru, ‘selangkah demi selangkah pasti sampai’. Saat melihat matahari terbit dari puncak, semua rasa lelah langsung terbayar. Saya ingin mengajak teman-teman untuk berani bermimpi besar, menjaga kesehatan, dan rajin berlatih,” ungkap Athifah pada Sabtu, (11/6/2026).

Guru olahraga MIN 8 Bone, Muhammad Marjan, turut menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian Athifah.

“Latihan selama dua bulan akhirnya membuahkan hasil. Athifah adalah murid yang disiplin, tangguh, dan memiliki semangat yang luar biasa. Prestasi ini membuktikan bahwa murid madrasah juga mampu meraih pencapaian besar apabila memiliki kemauan, disiplin, dan bimbingan yang tepat. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi murid-murid lainnya untuk terus berani mencoba, tidak mudah menyerah, dan percaya bahwa kerja keras akan menghasilkan prestasi,” ujar Muhammad Marjan.

Sementara itu, Kepala MIN 8 Bone, Hj. Harnidah, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi yang diraih Athifah. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya tentang mencapai puncak gunung, tetapi juga tentang membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, serta kecintaan terhadap alam.

BACA JUGA:  UPT SMP Negeri 1 Cenrana Raih Juara 1 Lomba Kebersihan Tingkat Kecamatan Cenrana dalam Rangka Hardiknas 2025

Hj. Harnidah juga mengarahkan agar Athifah membagikan pengalaman pendakiannya kepada teman-teman di madrasah sebagai bagian dari pembelajaran karakter dan motivasi bagi seluruh murid.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas pencapaian Athifah. Prestasi ini bukan hanya tentang berhasil mencapai Puncak Gunung Rinjani, tetapi juga tentang proses membentuk karakter. Saya mengarahkan Athifah untuk menceritakan pengalaman pendakiannya kepada teman-temannya di madrasah agar mereka dapat belajar tentang arti perjuangan, disiplin, kerja keras, semangat pantang menyerah, serta pentingnya mencintai dan menjaga alam. Semoga kisah ini menjadi motivasi bagi seluruh murid MIN 8 Bone untuk berani bermimpi dan terus mengukir prestasi di berbagai bidang,” tutur Hj. Harnidah.

Gunung Rinjani merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia dengan ketinggian 3.726 mdpl. Gunung yang berada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini terkenal dengan panorama alamnya yang memukau, termasuk Danau Segara Anak yang berada di dalam kaldera pada ketinggian sekitar 2.000 MDPL.

Rinjani merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani dan menjadi salah satu destinasi pendakian favorit bagi pendaki dari dalam maupun luar negeri. Jalur pendakiannya menawarkan tantangan berupa tanjakan terjal, medan berbatu, suhu dingin yang ekstrem, serta cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, setiap pendaki dituntut memiliki kesiapan fisik, mental, disiplin, serta kepedulian terhadap keselamatan.

BACA JUGA:  189 Mahasiswa Universitas Cahaya Prima Laksanakan KKN di Kajuara

Selain menguji ketahanan diri, pendakian Gunung Rinjani juga mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian alam. Setiap pendaki diwajibkan mematuhi aturan taman nasional, menjaga kebersihan, dan tidak meninggalkan sampah sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.

Keberhasilan Athifah Inuhfa menaklukkan Puncak Gunung Rinjani menjadi bukti bahwa dengan tekad, latihan yang sungguh-sungguh, disiplin, dan doa, murid madrasah mampu meraih prestasi yang membanggakan. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama MIN 8 Bone, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh murid untuk berani bermimpi, menghargai setiap proses, mencintai alam, serta terus mengembangkan potensi diri.

Pengalaman Athifah diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh murid MIN 8 Bone untuk terus belajar, berani menghadapi tantangan, dan tidak pernah takut mengejar cita-cita setinggi apa pun. Sebab, setiap langkah kecil yang dilakukan dengan tekad, kerja keras, dan doa akan membawa seseorang menuju puncak keberhasilan. (Tamzil/A.Anto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.