Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bone Telusuri Tradisi Matteseng sebagai Warisan Sistem Bagi Hasil Berbasis Kepercayaan di Kabupaten Bone

oleh -33 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, Tradisi Matteseng masih menjadi salah satu praktik sistem bagi hasil yang bertahan dalam kehidupan masyarakat petani di Kabupaten Bone. Tradisi ini menjadi fokus penelitian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bone melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Tahun 2026.

Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana sistem bagi hasil dalam Tradisi Matteseng dibangun atas dasar kepercayaan, amanah, dan kesepakatan antara pemilik lahan dengan petani penggarap. Selain itu, penelitian ini juga berupaya mengungkap nilai-nilai sosial dan budaya yang menjadi landasan keberlangsungan tradisi matteseng serta relevansinya di tengah perkembangan zaman.

BACA JUGA:  Murid SDN 23 Jeppe' Laksanakan Senam Jumat Sehat

Ketua Tim MATTESENG, Sri Wulandari, menyampaikan bahwa penelitian ini tidak hanya bertujuan mendokumentasikan salah satu kearifan lokal masyarakat Bone, tetapi juga memberikan gambaran mengenai pentingnya nilai kepercayaan dalam membangun hubungan kerja sama di sektor pertanian.

“Melalui penelitian ini, kami ingin menggali lebih dalam bagaimana Tradisi Matteseng mampu mempertahankan nilai kepercayaan, tanggung jawab, dan musyawarah sebagai fondasi sistem bagi hasil yang masih bertahan hingga saat ini.

Harapannya, penelitian ini dapat menjadi salah satu upaya pelestarian kearifan lokal sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda,” ujarnya.

BACA JUGA:  Semarak HJB ke-696, Guru UPT SMPN 5 Ajangale Tampil Anggun dengan Busana Adat Bugis

Tim MATTESENG menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pimpinan Universitas Muhammadiyah Bone, dosen, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program penelitian ini.

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada dosen pendamping, A. Cakra Yusuf, S.P., M.P., serta Tim Epicentrum yang dipimpin oleh Dr. A.M. Iqbal Akbar Asfar, M.T., M.Pd., beserta seluruh jajarannya yang telah memberikan bimbingan dan pendampingan selama proses penyusunan hingga pelaksanaan program.

Melalui penelitian ini, Tim MATTESENG berharap hasil yang diperoleh dapat menjadi referensi ilmiah dalam pengembangan kajian sosial humaniora, sekaligus memperkuat upaya pelestarian Tradisi Matteseng sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Kabupaten Bone yang mengandung nilai kepercayaan, kebersamaan, dan tanggung jawab dalam kehidupan agraris. (*)

BACA JUGA:  SDN 49 Lappo Ase Gelar Market Day: Angkat Makanan dan Minuman Tradisional Berbasis Kearifan Lokal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.