Di Balik Layar Game Online: Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bone Teliti Dampaknya terhadap Remaja melalui Program PKM-RSH 2026

oleh -89 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Muhammadiyah Bone yaitu Tim REFLEXA berhasil lolos pendanaan PKM 2026 dan sedang melaksanakan program penelitian yang berfokus pada fenomena kecanduan game online di kalangan remaja. Program ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kecanduan game online serta dampaknya terhadap kehidupan sosial, akademik, dan kesehatan mental remaja sebagai upaya mendukung terciptanya generasi yang lebih sehat dan produktif di era digital. Penelitian ini melibatkan remaja, orang tua, serta berbagai pihak terkait yang memiliki peran dalam pengawasan dan pembinaan penggunaan media digital.

BACA JUGA:  Tim BioBoost Laksanakan Strategi Pemasaran Produk di Pasar Laccibung untuk Meningkatkan Jangkauan Konsumen dan Brand Awareness

Ketua Tim REFLEXA, Anggi Febrianti, menyampaikan bahwa “Melalui penelitian ini, kami ingin mengkaji kondisi nyata yang terjadi di masyarakat sekaligus menghadirkan rekomendasi kebijakan yang dapat digunakan sebagai langkah preventif dalam mengurangi risiko kecanduan game online pada remaja,” ujarnya.

Program PKM-RSH ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat, institusi pendidikan, serta masyarakat yang turut berpartisipasi dalam proses penelitian. Keterlibatan aktif responden dan stakeholder menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan program.

Atas keberhasilan ini, Tim REFLEXA Universitas Muhammadiyah Bone menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, pimpinan Universitas Muhammadiyah Bone, dosen dan civitas akademika, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program ini.

BACA JUGA:  Sukses Pelaksanaan TKA di SMP Negeri Satap 4 Kajuara 

Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada dosen pendamping, Dr. A.M. Irfan Taufan Asfar, M.T., M.Pd., serta Tim Epicentrum yang dipimpin oleh Dr. A.M. Iqbal Akbar Asfar, M.T., M.Pd., beserta seluruh jajarannya yang telah memberikan bimbingan dan pendampingan selama proses penyusunan hingga pelaksanaan program.

Melalui penelitian ini, tim berharap hasil yang diperoleh dapat menjadi referensi bagi berbagai pihak dalam mengembangkan program edukasi dan upaya pencegahan kecanduan game online, sehingga tercipta lingkungan yang lebih mendukung perkembangan remaja di era digital. (*)

BACA JUGA:  Ditutup P5 SMPN 4 Sibulue 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.