Pelatihan Budidaya Kolam Ikan dan Greenhouse Perkuat Ketahanan Pangan Masyarakat Desa Tinggimae

oleh -97 x dibaca

GOWA, TRIBUNBONEONLINE.COM– Tim Cara’de BEM KMF TP Universitas Hasanuddin melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 menggelar Pelatihan Pengelolaan dan Budidaya Kolam Ikan serta Greenhouse di Desa Tinggimae, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Rabu (1/7/2026) pukul 15.30 WITA.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas di bidang perikanan dan pertanian berkelanjutan. Pelatihan bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola budidaya ikan serta memanfaatkan greenhouse sebagai solusi mendukung ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, dan pengembangan sektor pertanian serta perikanan yang berkelanjutan.

BACA JUGA:  Polantas Bone Pasang Spanduk Imbauan Di Titik Black Spot Di Hari Ke-4 Ops Keselamatan

Pelatihan menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Andi Nur Aeni, S.Pi., M.Si., Penyuluh Perikanan Madya, yang membawakan materi mengenai pengelolaan dan budidaya kolam ikan, serta Syamsul Arsy, Founder Barombong Hydro Farm, yang memaparkan teknik pengelolaan greenhouse dan budidaya tanaman hidroponik.

Kegiatan ini diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT), kader Posyandu, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta Karang Taruna Desa Tinggimae. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyampaian materi, diskusi interaktif, hingga sesi tanya jawab.

Dalam pemaparannya, Syamsul Arsy menjelaskan bahwa sistem hidroponik di dalam greenhouse memiliki berbagai keunggulan dibandingkan metode pertanian konvensional. Menurutnya, biaya pemupukan pada sistem hidroponik relatif lebih rendah, sementara penggunaan pestisida dapat diminimalkan karena tanaman terlindungi oleh insect net yang mampu mengurangi serangan hama.

BACA JUGA:  Aktivis Sinjai Tuntut MBG Dievaluasi Menyeluruh

Sementara itu, Andi Nur Aeni menyampaikan bahwa sistem aquaponik menjadi alternatif yang efektif bagi masyarakat dengan keterbatasan lahan. Ia menjelaskan bahwa budidaya ikan dapat dilakukan menggunakan kolam terpal maupun ember bekas di pekarangan rumah, sekaligus dimanfaatkan untuk menanam sayuran sehingga lahan yang sempit tetap produktif dan bernilai ekonomi.

Melalui kegiatan ini, Tim Cara’de BEM KMF TP Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Tinggimae mampu mengadopsi teknologi budidaya sederhana yang mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga. Selain meningkatkan produktivitas pertanian dan perikanan, penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, menciptakan peluang usaha baru, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Asmar Sulhadi Putra Bupati Bone Lulus dari SMA Taruna, Semangat Anak Daerah Ukir Prestasi Nasional

Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa melalui transfer pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi bersama masyarakat. Diharapkan, sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus terjalin untuk mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. (*/amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.