Tasyakuran dan Pelepasan: MIN 8 Bone Hadirkan Acara yang Menguras Air Mata dan Penuh Kebanggaan

oleh -106 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Aula Masjid Agung Al-Markaz Al-Ma’arif Watampone dipenuhi suasana haru, bangga, dan penuh kebahagiaan dalam kegiatan Tasyakuran dan Pelepasan Murid Kelas VI MIN 8 Bone Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung meriah dan penuh makna pada Senin, (25/05/2026).

Sebanyak 58 murid resmi dilepas dalam kegiatan yang dihadiri oleh para petinggi Kementerian Agama Kabupaten Bone, di antaranya Kepala Kantor Kemenag Bone, Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Seksi Mapendais, Pengawas Wilayah 3, para kepala madrasah, dewan guru, serta para orang tua/wali murid.

Kepala Madrasah Hj. Harnidah, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian para murid yang telah menyelesaikan pendidikan di madrasah dengan berbagai prestasi membanggakan.

“Hari ini bukan hanya pelepasan, tetapi momentum lahirnya generasi hebat yang siap melanjutkan pendidikan dengan akhlak dan ilmu yang telah ditanamkan di madrasah,” ujarnya penuh haru.

Sementara itu, Ketua Panitia Adlan Yulisar, S.S., M.Sc yang juga merupakan perwakilan orang tua murid, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara tersebut, khususnya para orang tua/wali murid atas dukungan support yang luar biasa kepada madrasah.

BACA JUGA:  Kaum Muda Mewujudkan Pemilu Damai, Kritis dan Berintegritas, HIMABIO UNIM Bone Gelar Bazar dan Talkshow

Acara semakin semarak yang dibuka oleh 3 MC dengan 3 bahasa pula yang dilanjutkan berbagai persembahan dari murid-murid yang sukses menguras emosi para hadirin. Lantunan Asmaul Husna membuka kegiatan dengan suasana religius dan khidmat. Dilanjutkan dengan teatrikal puisi “Adzan di Ujung Nafas” yang menyentuh relung hati para tamu undangan.

Tak kalah mengharukan saat lagu “Ibu” dibawakan dengan penuh penghayatan, kemudian disusul penampilan vokal grup membawakan lagu “Selamat Tinggal Guru dan Kawanku” yang membuat suasana aula berubah penuh haru dan nostalgia.

Tak kalah meriah dan penuh haru, suasana aula kembali dipenuhi tepuk tangan dan senyum bangga saat penayangan biodata serta cita-cita para murid di layar utama. Satu per satu wajah murid tampil bergantian disertai harapan dan impian mereka di masa depan, mulai dari ingin menjadi dokter, guru, polisi, ustaz, ustazah hingga berbagai profesi mulia lainnya. Tayangan sederhana tersebut justru menjadi salah satu momen paling membekas dalam acara pelepasan.

BACA JUGA:  Mitra Ikuti Pelatihan Pembuatan Pasta Gigi Program PKM-PM

Gemuruh tepuk tangan terdengar ketika nama dan cita-cita para murid ditampilkan di layar besar. Para orang tua tampak tak mampu menyembunyikan rasa bangga dan haru menyaksikan putra-putri mereka tampil dengan penuh percaya diri membawa mimpi besar untuk masa depan. Beberapa hadirin bahkan terlihat berkaca-kaca, seolah tayangan itu menjadi gambaran perjuangan panjang yang telah dilalui bersama sejak awal pendidikan anak-anak mereka di MIN 8 Bone.

Salah satu momen paling membanggakan dalam acara tersebut adalah saat pengumuman murid berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Tepuk tangan meriah menggema di seluruh ruangan ketika nama-nama murid terbaik diumumkan dan dipanggil satu per satu ke atas panggung.

Tak hanya itu, suasana kembali pecah oleh rasa haru saat pengumuman murid penghafal Al-Qur’an 1 juz, khususnya Juz 30. Para murid yang berprestasi dalam hafalan Al-Qur’an naik ke atas panggung didampingi oleh orang tua/wali masing-masing untuk menerima sertifikat penghargaan dan pengalungan medali.

Momen tersebut menjadi pemandangan yang begitu menyentuh. Wajah bangga para orang tua bercampur haru ketika menyaksikan putra-putri mereka menerima penghargaan atas perjuangan menghafal Kalamullah. Tak sedikit orang tua yang menitikkan air mata syukur, sementara para tamu undangan ikut memberikan apresiasi dengan tepuk tangan panjang.

BACA JUGA:  Sukses, Asesmen Sumatif Kelas IX SMP Negeri 2 Ponre

Puncak emosional acara terjadi saat para murid memberikan bunga kepada orang tua mereka. Tangisan pecah di berbagai sudut aula. Para orang tua memeluk anak-anak mereka dengan penuh cinta dan haru, bahkan sejumlah tamu undangan dan guru turut terbawa suasana hingga menyeka air mata.

Momen itu menjadi simbol kasih sayang, perjuangan, dan ungkapan terima kasih anak kepada orang tua yang selama ini mendampingi perjalanan pendidikan mereka hingga menyelesaikan jenjang madrasah ibtidaiyah.

Kesuksesan kegiatan ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara madrasah dan orang tua dalam membangun pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai agama dan akhlak.

Acara tasyakuran dan pelepasan tersebut pun meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh hadirin, menjadi kenangan indah yang akan selalu tersimpan dalam perjalanan pendidikan murid-murid MIN 8 Bone. (Tamzil/A. Anto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.