AMALI UKIR SEJARAH TUMBANGKAN KAJUARA LEWAT DRAMA ADU PENALTI, SATU-SATUNYA TIM DESA DI SEMIFINAL

oleh -378 x dibaca

WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Semangat juang, disiplin, dan mental juara ditunjukkan tim sepak bola SD Kecamatan Amali dalam ajang turnamen sepak bola tingkat SD se-Kabupaten Bone. Menghadapi lawan tangguh dari Kecamatan Kajuara, Amali sukses mengamankan kemenangan dramatis melalui adu penalti dengan skor 2–0, setelah waktu normal pertandingan bermain imbang. Sekaligus memastikan langkah bersejarah menuju babak semifinal.

Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi. Kedua tim tampil ngotot dan saling menekan demi mengamankan tiket semifinal. Tim Amali menunjukkan organisasi permainan yang rapi, pertahanan yang disiplin, serta semangat pantang menyerah menghadapi setiap serangan lawan.

Hingga waktu normal berakhir, skor tetap imbang dan memaksa laga ditentukan melalui adu penalti. Pada momen krusial inilah mental bertanding anak-anak Amali benar-benar teruji—dan satu nama tampil sebagai pahlawan.

BACA JUGA:  Kalahkan Kasiwa FC Makassar,  Persibone Buka Peluang Lolos 8 Besar Liga 4 Sulsel

Penjaga gawang Amali, Ahyar, tampil luar biasa dengan menepis seluruh tendangan penalti dari tim Kajuara. Aksi heroiknya menjadi kunci kemenangan, sementara para algojo Amali dengan tenang menuntaskan tugasnya hingga skor akhir 2–0 memastikan kemenangan.

Sorak bahagia pun pecah dari kubu Amali. Kemenangan ini bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan tonggak sejarah baru. Kecamatan Amali kini tercatat sebagai satu-satunya tim dari wilayah desa yang berhasil menembus babak semifinal, bersaing dengan tim-tim kuat dari kawasan perkotaan.

Dari empat tim yang lolos ke semifinal, tiga di antaranya berasal dari pusat Kabupaten Bone, yakni Kecamatan Tanete Riattang, Tanete Riattang Timur, dan Tanete Riattang Barat, sementara Amali hadir sebagai representasi kekuatan desa yang tak bisa dipandang sebelah mata.

BACA JUGA:  Skor Telak 7-2 Buat Keunggulan Perseba Bakunge FC atas Tamunya Lapatau FC

Sebagai putra daerah Amali, H. Sandi, S. Pd,. M.Pd.menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi atas capaian luar biasa tersebut.

“Ini adalah kemenangan seluruh masyarakat Amali. Anak-anak kita telah membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi. Mereka bermain dengan hati, dengan semangat juang tinggi, dan hari ini mereka menorehkan sejarah,” ujarnya, Rabu, 6/5/2026.

Kesuksesan ini juga tidak lepas dari peran tim pelatih yang bekerja penuh dedikasi. Di bawah komando Yusrang, S.Pd. sebagai pelatih kepala, bersama asisten pelatih Syahrir, S.Pd., tim Amali dibentuk menjadi skuad yang solid, disiplin, dan bermental kompetitif.

BACA JUGA:  Cari Bibit Pemain, SSB Bakunge Latih Pesepakbola Muda

Perjalanan Amali belum usai. Ujian sesungguhnya telah menanti di depan mata. Pada pertandingan semifinal yang akan digelar besok pagi, Amali dijadwalkan menghadapi Kecamatan Tanete Riattang dalam laga yang diprediksi berlangsung sengit.

Laga tersebut menjadi gerbang menuju final, sekaligus kesempatan emas bagi Amali untuk kembali mengukir sejarah yang lebih besar.

Kini, harapan dan doa masyarakat Amali mengalir deras untuk para pemain muda. Mereka bukan hanya bertanding, tetapi sedang membawa nama desa, harga diri, dan mimpi besar menuju puncak kemenangan.

Amali bukan sekadar peserta—Amali adalah simbol kebangkitan sepak bola desa, dan kini hanya selangkah lagi menuju FINAL. Amali (Aman TerkendaLi). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.