BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Riuh langkah ribuan atlet akan segera menggema di jazirah timur Sulawesi Selatan. Kabupaten Bone tak sekadar menjadi tuan rumah, tetapi tengah memantapkan diri sebagai panggung utama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 sebuah hajatan akbar yang diprediksi menghadirkan energi, semangat, sekaligus tantangan besar.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bone, H. Andi Akbar, S.Pd., M.Pd, mengungkapkan gambaran besar perhelatan tersebut. Dari hasil koordinasi bersama KONI Provinsi, jumlah atlet yang akan turun bertanding diperkirakan mencapai sekitar 7.000 orang. Angka itu belum termasuk official, pelatih, dan manajer yang jika digabungkan bisa menembus sekitar 11.000 peserta.
“Ini bukan sekadar event olahraga biasa. Ini adalah pergerakan besar manusia, energi, dan semangat kompetisi,” ujarnya.
Besarnya skala Porprov 2026 membuat kesiapan daerah menjadi sorotan utama. Namun Bone tampak percaya diri. Jika dipercaya menjadi lokasi pembukaan maupun penutupan, Andi Akbar menegaskan daerahnya selalu siap. “Bone memungkinkan. Fasilitas penginapan kita siap,” tegasnya singkat, namun penuh keyakinan.
Optimisme itu bukan tanpa dasar. Dengan pengalaman sebagai salah satu daerah dengan geliat olahraga yang cukup aktif, Bone menatap peran strategisnya bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai tuan rumah yang mampu memberi kesan mendalam bagi seluruh kontingen.

Dari sisi prestasi, Bone juga tidak datang sekadar meramaikan. Sekitar 600 atlet akan diturunkan, lengkap dengan official, pelatih, dan manajer. Target yang dibidik pun cukup ambisius: menembus peringkat kedua.
“Insyaallah peringkat kedua,” kata Andi Akbar, menyiratkan tekad yang tidak main-main.
Menariknya, skema pelaksanaan cabang olahraga sepak bola juga telah disepakati bersama. Laga pembuka akan digelar di lokasi pembukaan Porprov. Artinya, jika Bone menjadi tuan rumah pembukaan, maka pertandingan pertama sepak bola akan berlangsung di Bone. Sementara partai final direncanakan digelar di Kabupaten Wajo sebagai lokasi penutupan atau sebaliknya, tergantung pembagian peran kedua daerah.
Kesepakatan ini menghadirkan nuansa kolaboratif antara Bone dan Wajo sebagai tuan rumah bersama. Bukan sekadar berbagi lokasi, tetapi juga berbagi peran dalam menyukseskan pesta olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut.
Di balik angka-angka besar dan target prestasi, Porprov 2026 sejatinya adalah tentang lebih dari sekadar kompetisi. Ia adalah momentum kebangkitan olahraga daerah, ajang pembuktian kemampuan atlet lokal, sekaligus peluang besar menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Dan di tengah semua itu, Bone berdiri bersiap, menanti, dan percaya diri menjadi bagian penting dari sejarah olahraga Sulawesi Selatan. (Ag)








