WATAMPONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–PGRI Cabang Tanete Riattang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kualitas pendidikan dengan menggelar Gebyar Prestasi antar pelajar tingkat TK/RA, SD/MI, hingga SMP/MTs se-Kabupaten Bone. Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan potensi generasi muda.
Ajang bertajuk Pekan Kreativitas Literasi, Olahraga, dan Seni tersebut resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, di Lapangan Merdeka, Watampone, Sabtu (18/4/2026).
Ratusan hingga ribuan peserta ambil bagian dalam berbagai cabang lomba yang digelar, mulai dari olahraga seperti futsal dan voli, hingga kompetisi akademik dan seni. Di antaranya Kuis Gebyar Prestasi untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs, Dai Cilik, Pidato Bahasa Bugis, English Speech, Cerdas Cermat Anti Korupsi, lomba nyanyi solo, serta lomba mewarnai untuk tingkat TK/RA.
Dalam sambutannya, Edy Saputra Syam mengapresiasi inisiatif panitia yang mampu menghadirkan kegiatan berskala besar di tingkat kabupaten. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas peserta didik, tetapi juga memberikan efek positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Bone.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu membangkitkan semangat kompetisi anak-anak sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Edy menekankan pentingnya menjadikan ajang seperti ini sebagai bagian dari proses asesmen nonformal dalam pendidikan. Menurutnya, pengalaman berkompetisi akan membentuk karakter, mental, serta arah pengembangan potensi peserta didik ke depan.

“Kita ingin membiasakan anak-anak berkompetisi secara sehat. Dari sini, potensi mereka bisa terlihat dan menjadi dasar dalam menentukan langkah pengembangan selanjutnya,” tambahnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua II PGRI Kabupaten Bone, Sabiel Zakaria, turut memberikan apresiasi atas terobosan yang dilakukan PGRI Cabang Tanete Riattang. Ia mengakui tidak semua cabang mampu menyelenggarakan kegiatan serupa karena keterbatasan potensi dan sumber daya.
“Kegiatan seperti ini perlu terus digalakkan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab PGRI dalam menumbuhkan dan memfasilitasi potensi anak-anak,” jelas Sabiel.
Ia juga memberikan pesan motivasi kepada para peserta agar terus mengasah kemampuan dan mempertahankan prestasi di bidang masing-masing.
“Teruslah berprestasi di bidang apa pun. Potensi yang dimiliki harus dijaga dan dikembangkan ketika sudah diberi ruang,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Amin, berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang semakin berkembang dari tahun ke tahun, baik dari segi kualitas maupun jumlah peserta.
Gebyar Prestasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara organisasi profesi guru, pemerintah, dan masyarakat mampu menciptakan ruang positif bagi generasi muda. Tidak hanya mencetak prestasi, tetapi juga menanamkan nilai kompetisi sehat, kreativitas, serta semangat berkontribusi bagi daerah. (Sugi)








