Tiga Desa di Sinjai Jadi Lokus Cantik, Bupati Target Tembus Tiga Besar Nasional

oleh -69 x dibaca

SINJAI, TRIBUNBONEONLINE.COM– Pemerintah Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan menetapkan tiga desa sebagai lokus program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 dan langsung membebani target tinggi: menembus juara tiga besar tingkat nasional. Penetapan itu disertai pengukuhan agen statistik desa dalam kegiatan di aula Kantor Kecamatan Bulupoddo, Rabu (15/04/2026).

Tiga desa yang ditunjuk yakni Tompobulu, Lamatti Riattang dan Lappacinrana di Kecamatan Bulupoddo. Bupati Sinjai, Ratnawati Arif menegaskan target nasional tersebut realistis dengan merujuk rekam jejak pendampingan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat dan capaian sebelumnya di daerah lain.

BACA JUGA:  Ribuan Warga Tumpah Hadiri Buka Bersama Menteri Pertanian di Kampung Halaman, Pesan Mentan RI ke Saudaranya : Ingat Kita Adalah Pelayan Masyarakat Buatlah Mereka Tersenyum

“Data desa harus akurat, mutakhir dan bisa dipertanggungjawabkan. Itu kunci perencanaan yang tepat sasaran,” kata Ratnawati. Ia menilai Desa Cantik sebagai instrumen strategis untuk memperbaiki mutu basis data di level paling bawah pemerintahan.

Target besar itu didorong pengalaman Kepala BPS Sinjai, Syamsuddin, yang pernah mengantar desa binaan di Sulawesi Utara masuk lima besar nasional dalam program serupa. Selain itu, pada 2024, BPS Sinjai di bawah kepemimpinan sebelumnya, Arif Miftahudin mengantarkan Desa Panaikang meraih juara dua lomba desa berprestasi tingkat nasional berkat penataan data yang rapi dan keterbukaan akses melalui situs desa.

BACA JUGA:  Satbrimob Polda Sulsel Gelar Apel Siaga, Berikut Atensinya

Di tingkat pelaksana, Camat Bulupoddo, Asrullah menyebut program ini sebagai peluang peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan dan pendampingan intensif. “Penguatan sumberdaya manusia desa menjadi kunci agar pembangunan berbasis data berjalan optimal,” ujarnya.

Program Desa Cantik merupakan inisiatif BPS untuk membangun kesadaran statistik di desa. Mulai dari pengumpulan, pengelolaan, hingga penyajian data. Dengan pengukuhan agen statistik desa, pemerintah daerah berharap setiap desa mampu menyusun profil pembangunan yang komprehensif, memetakan potensi dan masalah secara objektif, serta menyusun kebijakan berbasis bukti.

Namun, tantangan yang dihadapi berupa konsistensi pembaruan data, kualitas input di tingkat desa dan keterpaduan dengan sistem kabupaten. Tanpa itu, target nasional berisiko menjadi sekadar ambisi. Pemerintah daerah menegaskan pendampingan berkelanjutan oleh BPS akan menjadi penentu, apakah tiga desa tersebut mampu bersaing di tingkat nasional tahun ini. (LSee)

BACA JUGA:  Hijaukan Embung Pallae Kec. Ponre, Gubernur Andi Sudirman Bersama KPH Tanam Pohon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.