Pesona Tradisi di Hari Jadi Bone ke-696, Guru MI Nurul Imam Cilellang Tampil Berbusana Adat

oleh -114 x dibaca

TELLU SIATTINGE, TRIBUNBONEONLINE.COM – Perayaan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 berlangsung meriah dengan nuansa budaya yang kental. Salah satu bentuk partisipasi dalam memeriahkan momen bersejarah ini datang dari lingkungan pendidikan, yakni guru-guru MI Nurul Imam Cilellang, Kecamatan Tellu Siattinge, yang tampil mengenakan busana adat khas Bugis.

Kegiatan ini menjadi simbol kecintaan terhadap warisan budaya sekaligus bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang Bone yang kini memasuki usia ke-696 tahun. Para guru tampak anggun dan berwibawa dalam balutan pakaian adat, menciptakan suasana penuh makna di lingkungan madrasah.

BACA JUGA:  Bhabinkamtibmas Pelayanan Terpadu Untuk Balita Serta Pemeriksaan Kesehatan Lansia di Dusun Sawange

Kepala MI Nurul Imam Cilellang, Siti Marwah, S.Ag., S.Pd., mengatakan bahwa penggunaan busana adat ini bukan sekadar seremonial, melainkan juga sebagai upaya menanamkan nilai-nilai budaya kepada murid sejak dini.

“Melalui momentum Hari Jadi Bone ke-696 ini, kami ingin mengajak seluruh warga madrasah untuk lebih mengenal dan mencintai budaya daerah. Busana adat yang dikenakan guru menjadi contoh nyata bahwa tradisi harus terus dilestarikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat identitas lokal di tengah arus modernisasi. Dengan memperkenalkan budaya melalui praktik langsung, diharapkan murid dapat memahami pentingnya menjaga kearifan lokal.

BACA JUGA:  MPK SMP 1 Kajuara Gelar Aksi Bagi-bagi Takjil Ramadan 

Perayaan HJB ke-696 di berbagai wilayah di Bone memang diwarnai dengan beragam kegiatan budaya, mulai dari upacara adat hingga penampilan seni tradisional. Partisipasi sekolah seperti MI Nurul Imam Cilellang menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan oleh semua kalangan, termasuk dunia pendidikan.

Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya, Hari Jadi Bone ke-696 menjadi momentum penting untuk terus menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang. (Tamzil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.