Bupati Bone Dorong Revitalisasi Situs Bersejarah di Manurunge ri Matajang

oleh -63 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Suasana khidmat menyelimuti Situs Manurunge ri Matajang, Rabu (1/4/2026), ketika Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM menapakkan langkah ziarah dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Bone ke-696. Di kawasan bersejarah yang terletak di Jl. Manurunge, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang itu, jejak awal peradaban Bone kembali dihidupkan melalui penghormatan terhadap masa lalu.

Didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone, Hj. Maryam Andi Asman, kehadiran Bupati disambut hangat oleh Camat Tanete Riattang, Dr. Andi Muhammad Iqbal Walinono, SE., M.Si., MH bersama jajaran pemerintah kelurahan. Sambutan tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan wujud kebersamaan dalam menjaga warisan sejarah yang menjadi identitas masyarakat Bone.

BACA JUGA:  Wujud Cinta Budaya, Guru SD Inpres 12/79 Biru II Rayakan Hari Jadi Bone dengan Baju Adat

Situs Manurunge ri Matajang bukanlah tempat biasa. Ia dikenal sebagai salah satu titik awal terbentuknya Kerajaan Bone, sebuah simbol lahirnya pemerintahan yang menjadi tonggak perjalanan panjang daerah ini. Di lokasi inilah, nilai-nilai kepemimpinan, persatuan, dan kearifan lokal diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam momen penuh makna itu, Bupati H. Andi Asman Sulaiman menegaskan pentingnya perhatian serius terhadap pelestarian situs bersejarah. Ia bahkan secara langsung menginstruksikan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone untuk segera melakukan renovasi.

“Ini adalah peninggalan Raja Bone pertama. Dari sinilah awal terbentuknya Kerajaan Bone di masa lampau. Saya minta agar segera dilakukan renovasi,” tegasnya.

BACA JUGA:  Syukuri Hasil Panen Melimpah, Warga Desa Walimpong Gelar Mappadendang Mappadekko

Menurutnya, situs sejarah bukan hanya sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga aset budaya yang memiliki nilai strategis bagi masa depan daerah. Selain memperkuat jati diri masyarakat, keberadaan situs seperti Manurunge ri Matajang juga membuka peluang besar dalam pengembangan wisata edukasi berbasis sejarah.

Bupati berharap, dengan penataan dan renovasi yang lebih baik, situs ini dapat menjadi destinasi yang representatif sekaligus menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai warisan leluhur mereka.

Peringatan Hari Jadi Bone ke-696 tahun ini pun tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga momentum refleksi atas perjalanan panjang daerah. Berbagai kegiatan bernuansa budaya dan sejarah digelar, memperkuat ikatan emosional masyarakat dengan akar tradisi yang telah membentuk Bone hingga hari ini.

BACA JUGA:  Tampil Memukau di Karnaval Budaya HJB, PSB Bone Sangdara Diapresiasi

Di tengah arus modernisasi, langkah ziarah ini menjadi pengingat bahwa masa depan yang kuat hanya dapat dibangun di atas fondasi sejarah yang dijaga dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.