Antrean Panjang di SPBU Palakka Bone, Isu Kenaikan BBM Picu Kepanikan Warga

oleh -44 x dibaca

PALAKKA, TRIBUNBONEONLINE.COM–Antrean kendaraan mengular terjadi di SPBU Palakka, Kabupaten Bone, menyusul beredarnya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Selasa (2/4/2026).

Kepanikan warga terlihat dari membludaknya kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi hingga truk angkutan barang, yang rela mengantre dalam waktu lama demi mendapatkan BBM.

Dari pantauan di lokasi, antrean bahkan meluber hingga ke badan jalan, menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Sejumlah pengendara tampak memilih menunggu di dalam kendaraan, sementara lainnya turun untuk memastikan antrean tetap tertib.

Salah satu warga Jusman, mengaku sengaja datang lebih awal setelah mendengar kabar kenaikan BBM yang beredar di media sosial. Ia khawatir harga akan naik dalam waktu dekat sehingga memilih mengisi penuh tangki kendaraannya.

BACA JUGA:  RILIS KPPN: APBN KABUPATEN SINJAI TRIWULAN III TAHUN 2025 ALAMI "KONTRAKSI"

“Takutnya benar naik, jadi lebih baik isi sekarang sebelum terlambat,” ujarnya.

Kondisi ini juga berdampak pada aktivitas transportasi dan distribusi barang, terutama bagi sopir truk yang bergantung pada pasokan BBM untuk operasional harian. Beberapa di antaranya mengaku terpaksa menunda perjalanan karena panjangnya antrean.

Pihak pengelola SPBU mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi terkait kenaikan harga BBM dari pemerintah.

Situasi di SPBU Palakka masih terpantau padat, dengan petugas berupaya mengatur antrean agar tetap tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

BACA JUGA:  Kapolda Sulsel Didampingi Kapolres Bone Tinjau Lahan Produktif Sekaligus Tanam Jagung di Bolli

Penulis : Amry Amas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.