BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Komitmen meningkatkan mutu pendidikan kembali ditegaskan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bone melalui pelaksanaan Sosialisasi Akreditasi dan Kemitraan Tahun 2026 bersama Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN PDM) Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lamellong, Selasa (31/3/2026), ini menjadi momentum penting dalam mempersiapkan satuan pendidikan menghadapi proses akreditasi yang semakin menuntut kualitas dan konsistensi.
Acara dibuka langsung oleh Koordinator BAN PDM Provinsi Sulsel, Dr. Sadaruddin, M.Pd, dengan mengusung tema “Akreditasi Bermutu untuk Pendidikan Bermutu”. Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan refleksi arah kebijakan pendidikan yang menempatkan akreditasi sebagai instrumen utama peningkatan kualitas.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si, Plt. Kepala Kementerian Agama Bone H. Muh. Subhan, S.Pd., M.Pd, serta para asesor dari seluruh wilayah Kabupaten Bone.
Koordinator Asesor BAN PDM Wilayah Kabupaten Bone yang juga Kabid PAUD dan PNF Kesetaraan Dinas Pendidikan Bone, Hj. Andi Rasna, S.Pd., M.Pd, menegaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah strategis dalam membekali lembaga pendidikan sebelum menghadapi visitasi akreditasi.
“Tahun 2026 ini, terdapat 41 lembaga yang menjadi sasaran awal, mulai dari PAUD seperti TK dan RA, hingga jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA, termasuk sekolah rakyat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kesiapan tidak hanya berhenti pada kelengkapan dokumen, tetapi juga kesesuaian antara administrasi dan praktik di lapangan.
“Apa yang tertuang dalam administrasi harus benar-benar mencerminkan kondisi nyata di sekolah. Itulah esensi dari akreditasi,” tegasnya.
Lebih jauh, sosialisasi ini diharapkan mampu mendorong setiap satuan pendidikan untuk segera melakukan pembenahan terhadap standar mutu, baik dari sisi manajemen, sarana prasarana, maupun proses pembelajaran.
Akreditasi, dalam hal ini, tidak lagi dipandang sebagai kewajiban administratif semata, melainkan sebagai cermin kualitas pendidikan yang sesungguhnya.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, dalam arahannya memberikan penekanan kuat pada pentingnya kolaborasi.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. “Sosialisasi ini tidak boleh berhenti di ruangan ini. Harus ada tindak lanjut nyata di sekolah. Untuk meraih akreditasi A itu tidak mudah, dibutuhkan kerja sama tim yang solid,” ungkapnya.
Ia bahkan mendorong pembentukan tim percepatan akreditasi di setiap sekolah sebagai langkah konkret dalam mengawal pencapaian target mutu.
“Kepala sekolah harus menjadi panutan. Jika perlu, bentuk tim khusus. Kita kawal bersama agar bisa mencapai akreditasi A. Karena kita ingin hasil nyata, bukan sekadar formalitas,” tambahnya.
Menurutnya, visitasi akreditasi merupakan potret utuh dari kondisi sekolah, mulai dari kualitas pembelajaran, ketersediaan sarana, hingga keterlibatan seluruh elemen pendidikan.
“Tidak ada superhero dalam akreditasi. Yang ada adalah super tim. Jika berjalan sendiri-sendiri, hasilnya tidak akan maksimal,” tegasnya.
Melalui sosialisasi ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Bone bersama BAN PDM Provinsi Sulsel berharap tercipta kesamaan persepsi sekaligus peningkatan kesiapan seluruh satuan pendidikan dalam menghadapi akreditasi tahun 2026.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya besar membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Kabupaten Bone optimistis mampu melahirkan lebih banyak lembaga pendidikan berkualitas, yang tidak hanya unggul di atas kertas, tetapi juga nyata dalam praktik pembelajaran sehari-hari. (Ag)









