Tak Jauh dari Masyarakat, Menu Sahur Bupati Bone Sarat Sayur dan Ikan

oleh -788 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Di balik padatnya agenda pemerintahan, ada sisi sederhana dari seorang pemimpin yang jarang tersorot. Saat bulan suci Ramadan tiba, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, justru menikmati sahur dengan menu yang akrab di dapur masyarakat pada umumnya.

Tidak ada hidangan mewah berlebihan di meja sahurnya. Justru sebaliknya, menu yang dipilih adalah makanan rumahan yang sederhana, sehat, dan mengenyangkan.

Salah satu makanan favoritnya saat sahur adalah pecel sayur. Sajian ini terdiri dari aneka daun-daunan segar yang disiram bumbu kacang, sebagai pelengkap cita rasa. Perpaduan gurihnya kacang dan segarnya sayuran menjadi pembuka selera yang membuat santap sahur terasa lebih nikmat.

BACA JUGA:  Bukti Chat Ketua KPU Bone Perintahkan PPK Tambah Suara Caleg Beredar di Sosmed

“Pecel itu sederhana, tapi lengkap gizinya,” begitu kira-kira filosofi yang tergambar dari pilihannya. Menu tersebut bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal kebiasaan yang telah lama melekat dalam keseharian masyarakat.

Selain pecel, ikan berkuah dan sayur menjadi menu utama yang tidak pernah absen di meja sahur. Baginya, sayur adalah hidangan yang “tidak boleh alfa” — selalu harus ada. Kehangatan kuah ikan dipercaya membantu menjaga stamina selama berpuasa seharian penuh.

Tak ketinggalan, ikan bakar juga kerap menjadi pilihan. Aroma khas ikan bakar yang menggugah selera berpadu dengan lalapan dan sambal sederhana menciptakan suasana makan yang hangat dan penuh kekeluargaan.

BACA JUGA:  YBM PLN UP3 Watampone Terangi Masa Depan Bontojai Melalui Aksi Sosial “ Satu Jejak Sejuta Manfaat”

Untuk penutup, buah-buahan segar menjadi pelengkap. Alpukat, apel, pir, hingga buah naga tersaji sebagai sumber vitamin alami. Kesegaran buah membantu menjaga kebugaran tubuh selama menjalani aktivitas pemerintahan yang tetap berjalan normal di bulan Ramadan.

Kebiasaan sahur dengan menu sederhana ini mencerminkan kedekatan Bupati dengan pola hidup masyarakat Bone. Di tengah tanggung jawab besar sebagai kepala daerah, ia tetap memilih kesederhanaan dalam hal makanan.

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan, kesehatan, dan kebersamaan. Dari meja sahur yang sederhana itu, tersirat pesan bahwa kekuatan menjalani hari tak selalu datang dari kemewahan, melainkan dari pilihan yang sehat, cukup, dan penuh rasa syukur. (Ag)

BACA JUGA:  Pasca Lebaran Ratusan Karyawan Ikuti Apel Pagi dan Halal Bi Halal, Ini yang Disampaikan Manager Kebun Camming

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.