Oleh : Affandy, S.Sos
Wartawan Tribun Bone
Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026 harus dimaknai lebih dari sekadar ajang pertandingan. Bagi Kabupaten Bone, Porprov seharusnya menjadi momentum membangun olahraga yang inklusif, yakni membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh potensi atlet, dari desa hingga kota, dari cabang populer hingga cabang yang jarang tersorot.
Selama ini, Bone dikenal memiliki banyak talenta olahraga, khususnya pada cabang bela diri seperti pencak silat dan gulat. Meski memiliki gaya dan karakter berbeda, kedua cabang ini sama-sama membutuhkan pembinaan yang serius, terarah, dan berkelanjutan agar mampu bersaing di level provinsi.
Porprov yang inklusif menuntut adanya pemerataan perhatian. Pembinaan atlet tidak boleh terpusat hanya di wilayah tertentu, tetapi harus menjangkau sekolah, perguruan, dan komunitas olahraga di seluruh kecamatan. Dengan begitu, setiap anak muda yang memiliki bakat mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang.
Selain pembinaan, ketersediaan sarana latihan dan dukungan pelatih kompeten juga menjadi kunci. Tanpa itu, potensi besar hanya akan menjadi potensi yang terpendam. Porprov 2026 semestinya menjadi pemicu percepatan perbaikan sistem pembinaan olahraga di Kabupaten Bone.
Pada akhirnya, keberhasilan Porprov bukan semata diukur dari jumlah medali, tetapi dari lahirnya ekosistem olahraga yang sehat, merata, dan berkelanjutan. Inilah makna Porprov yang inklusif bagi kebangkitan olahraga Kabupaten Bone.








