Tribun Bone dan Gempuran Media Daring

oleh -347 x dibaca

ARTIKEL singkat ini, sengaja penulis merangkainya untuk Koran Tribun Bone yang lagi mengulang tanggal dan bulan kelahirannya, sejak pertama kali terbit, 14 Maret 2011 silam. Sebuah koran lokal, koran kabupaten, lahir di tengah gempuran media daring.

Media daring (dalam jaringan) atau biasa kita kenal dengan media online, menyuguhkan menu berita dan informasi yang memudahkan pembaca untuk mengaksesnya,telah membuat beberapa media cetak gulung tikar dan terpaksa bertransformasi ke media daring.

Tengoklah, salah satu koran nasional, Republika yang telah berumur tiga dekade, harus mengumumkan masa akhir cetaknya, per tanggal 1 Januari 2023. Kemudian memilih berfokus di platform digital yang sebelumnya sudah mereka kelola. Hal ini membuktikan, bagaimana media daring menggilas fungsi-fungsi dan kejayaan media cetak.

Keadaan tersebut memunculkan pertanyaan, apakah benar adanya media cetak terus mengalami penurunan minat baca? Dan di balik itu, apakah Tribun Bone akan tetap bertahan di tengah gempuran media daring?

Media Daring Vs Tribun Bone

Media daring dengan salah satu kelebihan menonjol yang dimilikinya, mudah diakses. Semua berada dalam genggaman. Informasi cepat tersingkap, sekejap dalam ujung jemari.

Cukup meng-klik keyword yang diinginkan, maka akan muncul banyak sekali informasi. Media daring, menjadi pilihan sebagian besar masyarakat, tua, muda, anak-anak, karena bagi mereka informasi didapat secara luwes dan gratis, serta dari banyak sumber pula.

BACA JUGA:  BUDAYA PEMAKAIAN SONGKOK RECCA

Hasil penelitian perusahaan Nielsen sebagaimana disampaikan oleh Hellen Katherina, menunjukkan bahwa pada tahun 2013 pembaca media cetak di angka 9,3 juta. Sementara media daring hanya 1,1 juta. Namun kemudian, terjadi lonjakan di tahun 2020, pembaca media daring 6 juta dan pembaca media cetak terjun bebas di angka 4,5 juta.

Sungguh sangat luar biasa, di tengah “peperangan” media cetak Vs media online, Tribun Bone sebagai koran lokal masih kokoh bertahan.

Kilas Balik

Andi Asdar, selaku Pemimpin Umum Koran Tribun Bone, memilih 14 Maret sebagai hari pertama cetak koran miliknya, karena hari tersebut adalah hari lahir istri sang tercinta. Menubuatkan Tribun Bone tetap jaya dan tangguh. Bahkan tetap menjadi santapan baca banyak kalangan di masyarakat Bone.

Di awal cetak Tribun Bone yang hanya 2000 eksamplar dengan 300 pelanggan. Dimulai dengan modal yang minim dan pelanggan yang terbatas, kini Tribun Bone menjadi koran lokal terbesar di Kabupaten Bone.

Dalam suatu wawancara Penulis kepada Pemimpin Umum Tribun Bone, katanya saat merintis Tribun Bone, delapan bulan beliau mengalami stres berat. Dengan modal yang minim, beliau mengurus dari perizinan, menghitung biaya, dan mencari pelanggan sendiri.

Qodarullah, karena beliau sudah lama malang melintang di dunia pemberitaan, pernah terjun sebagai penulis, wartawan, juga manajer pemasaran koran, kesemua adalah modal utamanya. Memiliki 10 wartawan dan belum sama sekali memiliki kantor, akhirnya Tribun Bone terbit secara rutin per tanggal 1 April 2011 hingga sekarang.

BACA JUGA:  PERAWAT DAN POLITIK

Perjalanannya, menjadi koran terbesar di Kabupaten Bone nyatanya tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Terutama harus bersaing dengan media daring. Tribun Bone terus berinovasi dengan keunikan, untuk mengikuti selera pembaca.

Salah satu keunikan yang paling menonjol untuk koran Tribun Bone, adalah banyak dimuat foto-foto kegiatan. Hal ini sejalan dengan media sosial yang menampilkan sebagian besar visual (gambar) dahulu, baru kemudian caption-nya, untuk menarik perhatian pembaca.

Ada banyak orang pula merasa senang jika kegiatan organisasinya dimuat di koran Tribun Bone. Ini poin penting yang harus dipegang erat oleh Tribun Bone. Dan keunikan lainnya lagi, adalah ucapan selamat atas pernikahan yang sering muncul di Tribun Bone. Sangatlah jarang media daring maupun cetak yang menampilkan ucapan selamat seperti ini. Bayangkan saja betapa bahagianya kedua mempelai, saat pernikahannya diumumkan di koran, media cetak Tribun Bone.

Harus Berinovasi

Jika ditanya, dengan segala kemudahannya, media daring mampu meng-update berita setiap detik, namun masih ada pembaca media cetak yang setia. Jawabannya tergantung selera dan kepuasan batin saat membaca.

Hal yang perlu diingat, media cetak tetap memiliki kanal penikmatnya sendiri. Masih banyak  orang yang menyeruput kopi sembari duduk di teras dan membaca koran di pagi hari.

BACA JUGA:  Rombongan Jamaah Umroh Sudah Terbang ke Madinah

Masih ada yang membaca koran di meja kantor. Masih ada yang dengan merasa senang saat mendengarkan bunyi balik halaman. Masih banyak yang tidak mau repot berselancar mencari berita secara daring, dan maunya membaca berita dan informasi yang tersaji di koran saja.

Dan terutama lagi, pembaca koran tidak akan pernah bertemu dengan iklan pop-up yang sering muncul saat membaca media daring yang kadang membuyarkan konsentrasi saat membaca. Itulah kelebihan media cetak dengan segala pernak-perniknya, tidak terkecuali Tribun Bone, sebagai koran lokal, koran yang digemari oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Bone

Tribun Bone masih bertahan. Tentu karena masih ada penikmatnya.  Tribun Bone tidak perlu ada kekhawatiran akan bernasib sama dengan beberapa koran nasional. Selama Tribun Bone terus berinovasi, penggemar dan pembacanya tetap akan setia.

Semoga Tribun Bone di usianya yang ke 12, bisa lebih berinovasi lagi. Misalnya dengan menghadirkan kolom-kolom khusus di hari tertentu. Tampilan halaman lebih menarik lagi, sehingga minat membaca semakin tergugah. Dan tidak kalah pentingnya, semoga Andi Asdar dan semua yang terlibat dalam penerbitan Tribun Bone diberi kesehatan yang paripurna. Aamiin.

Tribun Bone, teruslah berjaya, teruslah menjadi besar, dari Kabupaten Bone berekspansi ke kabupaten-kabupaten lainnya.

 

Penulis: Erna Rahim, IbuRumah Tangga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.