BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Menjelang akhir tahun, Pemerintah Kabupaten Bone memastikan kondisi harga pangan masih berada dalam batas aman dan terkendali. Meski sempat terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas, khususnya bawang, namun secara umum laju inflasi daerah masih stabil dan bahkan berada di bawah rata-rata provinsi maupun nasional.
Kepala Bagian Ekonomi Setda Bone, A. Padauleng, S.STP., M.Si, menjelaskan bahwa kenaikan harga bawang yang sempat terjadi masih tergolong wajar dan berada dalam harga pasar. Menurutnya, kenaikan tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor cuaca serta keterbatasan stok.
“Yang naik hanya bawang, itu pun masih dianggap harga pasar. Kemarin memang sempat naik sekitar 60 persen. Faktor utamanya karena cuaca dan stok yang kurang. Bone juga bukan daerah penghasil bawang,” ujar A. Padauleng.
Ia menegaskan, kondisi ini tidak hanya terjadi di Bone, tetapi bersifat nasional. Dari 311 kabupaten se-Indonesia yang dipantau, Kabupaten Bone tidak termasuk dalam daerah dengan tingkat kewaspadaan inflasi tinggi.
“Dari 311 kabupaten, Bone tidak masuk dalam daftar yang di atas 40 persen. Di tingkat nasional ada kategori waspada hingga waspada tinggi, dan kita tidak termasuk di dalamnya,” jelasnya.
A. Padauleng juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone secara rutin melakukan rapat pengendalian inflasi setiap minggu. Rapat tersebut melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta mengikuti arahan dari tim pengendalian inflasi pusat.
“Setiap minggu kita tetap rapat inflasi, ada penekanan-penekanan baik dari tim pusat maupun daerah untuk menjaga stabilitas harga,” ungkapnya.
Dari sisi data, inflasi Kabupaten Bone tercatat 2,63 persen dari November ke Desember, lebih rendah dibandingkan angka provinsi dan nasional. Secara nasional, inflasi berada di kisaran 2,73 persen, sementara Bone berada di angka sekitar 2,65 persen plus minus 1.
“Kalau ambang batas aman itu di atasnya 3,5, kita masih sangat aman. Bahkan Oktober ke November itu 3,28, lalu turun di November ke Desember menjadi 2,67,” terangnya.
Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone optimistis stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga. Upaya pengendalian inflasi akan terus diperkuat agar daya beli masyarakat tetap terpelihara, khususnya menjelang momentum akhir tahun dan hari besar keagamaan. “Alhamdulillah, inflasi kita turun dan masih dalam kondisi aman,” pungkas A. Padauleng.
Mantan Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bone ini menegaskan bahwa pemantauan harga kebutuhan pokok sejatinya telah dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, bukan hanya pada momen tertentu.
Menurut A. Padualeng, pekan ini menjadi agenda terakhir pemantauan harga terpadu di tahun berjalan yang melibatkan unsur pimpinan daerah. Sementara itu, untuk pengawasan lapangan, Satgas Pangan yang melibatkan unsur kepolisian telah lebih dahulu turun melakukan pemantauan langsung.
“Kalau dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), sebenarnya pemantauan harga sudah kami lakukan setiap hari, khususnya di pasar-pasar tradisional,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pemantauan harga di pasar dilakukan oleh jajaran Dinas Perdagangan yang datanya langsung masuk ke dalam sistem aplikasi pemantauan harga. Laporan tersebut secara rutin disampaikan setiap hari Senin. Sementara untuk harga di tingkat ritel modern, pemantauan dilakukan secara berkala satu kali dalam sebulan.
A. Padualeng juga meluruskan persepsi masyarakat yang kerap menganggap pemantauan harga baru dilakukan ketika pemerintah turun bersama-sama ke lapangan. Menurutnya, mekanisme pemantauan sudah berjalan sistematis dan terstruktur, hanya saja untuk kegiatan terpadu masih menunggu arahan pimpinan daerah.
“Pemantauan harga itu bukan baru dilakukan saat kita ramai-ramai turun ke lapangan. Itu sudah berjalan setiap hari. Bahkan kami tidak hanya berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, tapi juga intens dengan BPS,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa perkembangan harga kebutuhan pokok selalu menjadi topik utama dalam rapat mingguan TPID Kabupaten Bone. Forum tersebut menjadi wadah evaluasi sekaligus pengambilan langkah antisipatif apabila terjadi gejolak harga di pasar.
Dengan sistem pemantauan yang berjalan konsisten dan koordinasi lintas sektor, Pemkab Bone optimistis kondisi harga pangan menjelang akhir tahun tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga. (Ag)








