BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Sesi talkshow dalam rangkaian workshop SCF dan YLPMI tentang pengelolaan bersama sub-landscape di Kabupaten Bone berlangsung interaktif dan mencerahkan peserta. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Novena, Selasa (16/12/2025). Meski tidak dibuka sesi tanya jawab formal, dialog yang dibangun melalui pemaparan moderator dan para narasumber mampu menyentuh pengalaman langsung peserta, khususnya terkait tantangan pertanian di tengah perubahan iklim.
Talkshow ini dipandu oleh Syamsidar, Kepala Bidang Tarkim, dengan menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, Dray Vibrianto, S.IP., M.Si, Kepala Desa Mattampawalie, S.Pd., M.Si, Akifah Akhsa, Kepala Bidang Perekonomian dan SDA BAPPEDA Kabupaten Bone, serta tenaga pendidik asal Desa Bulu Sirua, Kecamatan Bonto Cani.
Materi yang disampaikan mengulas pertanian cerdas iklim sebagai strategi adaptasi dan mitigasi, bukan sekadar pendekatan teknis, melainkan cara berpikir baru dalam mengelola sumber daya pertanian. Peserta diajak memahami bahwa perubahan pola tanam, pengelolaan air, dan perlindungan lahan harus dipandang dalam satu kesatuan bentang lahan yang saling terhubung, dari wilayah hulu hingga hilir.
Selain itu, perspektif responsif gender menjadi penekanan penting dalam talkshow tersebut. Peran perempuan dalam pertanian tidak hanya ditempatkan sebagai pendukung, tetapi sebagai aktor utama dalam pengambilan keputusan, pengelolaan produksi, hingga penguatan ketahanan pangan keluarga dan desa.
Peserta talkshow terdiri dari unsur petani dampingan dari wilayah hulu, tengah, dan hilir DAS Walennae, serta para kepala desa dari wilayah terkait. Antusiasme peserta terlihat dari keseriusan mengikuti pemaparan, mencatat materi, dan merespons setiap isu yang dibahas. Suasana diskusi yang cair dan kontekstual membuat peserta merasa disemangati sekaligus memperoleh pemahaman baru tentang arah pembangunan pertanian yang lebih adil dan berkelanjutan.
Koordinator ICRAF Provinsi Sulawesi Selatan, Muh. Syahrir, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesamaan cara pandang antar pemangku kepentingan dalam mengelola bentang lahan secara kolaboratif. Tantangan perubahan iklim, menurutnya, tidak dapat diselesaikan secara sektoral, tetapi membutuhkan keterhubungan kebijakan, peran desa, dan praktik pertanian di tingkat tapak.
Kegiatan SCF dan YLPMI ini merupakan bagian dari Program Lahan untuk Kehidupan (Land4Lives), kerja sama Pemerintah Kabupaten Bone dengan ICRAF World Agroforestry, yang didukung pendanaan dari Global Affairs Canada (GAC).
Penulis : Affandy









