Meningkatkan Kualitas Guru SD di Kabupaten Bone: Tantangan dan Harapan 2020–2025

oleh -1,038 x dibaca
Sudarto

Oleh: Sudarto

Dosen PGSD FIP Universitas Negeri Makassar

Dalam lima tahun terakhir, kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Bone menunjukkan kemajuan yang berarti, meskipun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan klasik: pemerataan tenaga pendidik, profesionalisme guru, dan kesejahteraan. Guru sekolah dasar (SD) menjadi garda terdepan pembentukan karakter dan dasar kemampuan literasi serta numerasi anak—namun kualitas mereka belum sepenuhnya merata di seluruh wilayah Kabupaten Bone.

Kualifikasi dan Sertifikasi Guru

Data dari Dinas Pendidikan dan Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa sebagian besar guru SD di Bone telah memenuhi kualifikasi akademik minimal S1 sesuai amanat Undang-Undang Guru dan Dosen. Namun, proporsi guru yang telah tersertifikasi belum mencapai 100 persen. Di beberapa kecamatan terpencil, masih ditemukan guru honorer atau non-PNS yang belum memiliki sertifikat pendidik karena keterbatasan akses dan kesempatan pelatihan.

BACA JUGA:  Tim Riset PNUP Terapkan Ekstraktor Preservatives Pengembangan Alat Ekstraktor, Preservatives untuk Edible Coating dari Kulit Pisang: Inovasi Teknologi Tepat Guna oleh Politeknik Negeri Ujung Pandang

Kondisi ini berdampak pada kesenjangan kompetensi pedagogik. Guru di daerah perkotaan cenderung lebih cepat beradaptasi dengan perubahan kurikulum dan teknologi pembelajaran, sementara di wilayah pesisir dan pedalaman masih terkendala fasilitas.

Profesionalisme dan Pelatihan

Sejak 2020, Pemerintah Kabupaten Bone bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan tinggi dan Balai Guru Penggerak telah menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Pelatihan berbasis praktik dan komunitas belajar (KGB, PGP, MGMP) mulai tumbuh di beberapa gugus sekolah.

Namun, pelatihan yang bersifat sporadis belum cukup untuk mendorong perubahan nyata di kelas. Banyak guru membutuhkan pendampingan berkelanjutan, terutama dalam pembelajaran berbasis proyek dan penilaian autentik. Di era digital, literasi teknologi menjadi tantangan tersendiri, sebab tidak semua guru memiliki perangkat dan koneksi internet memadai untuk mengakses platform pembelajaran daring.

BACA JUGA:  Makanan Bergizi Gratis: Senjata Ampuh Menghancurkan Bangsa

Kesejahteraan Guru

Masalah kesejahteraan masih menjadi isu penting. Kasus keterlambatan pembayaran tunjangan profesi guru di tahun 2024–2025 sempat menjadi perhatian publik. Keterlambatan tersebut dapat memengaruhi motivasi kerja guru, terutama bagi mereka yang mengandalkan tunjangan sebagai tambahan penghasilan utama. Pemerintah daerah perlu memastikan sistem administrasi keuangan pendidikan berjalan transparan dan efisien agar hak guru tersalurkan tepat waktu.

Kualitas Pembelajaran dan Dampaknya

Kualitas guru berbanding lurus dengan capaian belajar siswa. Hasil Asesmen Nasional (AN) menunjukkan bahwa rata-rata literasi dan numerasi siswa SD di Kabupaten Bone masih berada di bawah rata-rata provinsi. Meski demikian, ada tren peningkatan di sekolah-sekolah yang aktif melakukan pelatihan dan kolaborasi guru. Ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru menjadi perhatian utama untuk peningkatan mutu pendidikan yang lebuh baik lagi.

BACA JUGA:  Bank Sampah Syariah: Solusi Cerdas Menabung dan Menghasilkan Uang

Harapan ke Depan

Memasuki tahun 2025, Kabupaten Bone memiliki peluang besar untuk memperkuat kualitas pendidik melalui program Guru Penggerak, Sekolah Penggerak, dan pelatihan digital yang difasilitasi pemerintah pusat. Kolaborasi antara Dinas Pendidikan, perguruan tinggi, dan komunitas guru perlu ditingkatkan agar inovasi pembelajaran dapat merata hingga ke pelosok desa.

Guru bukan sekadar pengajar, tetapi pembentuk masa depan. Maka, peningkatan kualitas guru SD di Kabupaten Bone harus menjadi prioritas bersama—bukan hanya demi angka statistik, tetapi demi masa depan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap membangun daerah dan bangsanya serta berkontribusi besar dalam perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.