Insiminator Uji Coba Inseminasi Buatan Jenis Belgian Blue: Tiga Ekor Anakan Lahir di Kecamatan Patimpeng

oleh -787 x dibaca

PATIMPENG, TRIBUNBONEONLINE.COM– Terobosan baru dalam dunia peternakan terjadi di Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone. Seorang petugas peternakan di Kecamatan Patimpeng, Andi Irwan, berhasil membudidayakan sapi jenis Belgian Blue melalui metode inseminasi buatan atau kawin suntik. Keberhasilan ini menandai langkah awal pengembangan sapi unggulan tersebut di wilayah Bone.

Andi Irwan saat ditemui Ahad (24/8/2025) mengungkapkan bahwa saat ini telah lahir tiga ekor anakan Belgian Blue di Kecamatan Patimpeng, masing-masing berusia sekitar empat belas hari dari sekarang dengan bobot awal yang mengesankan, yaitu mencapai 50 kilogram. Ketiga anak sapi ini merupakan hasil kawin suntik antara sperma Belgian Blue dengan indukan sapi jenis Simental.

BACA JUGA:  Sukses Upacara Pengibaran Bendera di Kec. Palakka

“Di Kabupaten Bone, anakan Belgian Blue belum melebihi lima ekor. Ini tergolong jenis sapi baru yang mulai kami uji coba dalam pengembangannya,” ujar Andi Irwan.

Sperma sapi Belgian Blue sendiri didatangkan melalui pemesanan dari balai peternakan pusat. Namun, saat ini ketersediaan stok tengah kosong dan hanya tersedia untuk jenis Simental, sehingga pelaksanaan inseminasi buatan sapi Belgian Blue masih sangat terbatas.

Jenis sapi Belgian Blue dikenal memiliki keunggulan pertumbuhan yang cepat serta postur tubuh berotot ketika mencapai usia 1–2 tahun. Karakteristik ini menjadikan Belgian Blue sebagai salah satu kandidat utama dalam kontes sapi, apalagi dengan warna tubuh khas dua corak yang berpadu—hitam merah dan putih.

BACA JUGA:  Mahasiswa PPL IAIN Adakan Serangkaian Lomba di MIN 8 Bone

Dari sisi ekonomi, nilai jual sapi ini juga tergolong tinggi. Untuk sapi Belgian Blue berusia di atas dua tahun, harganya dapat mencapai Rp50 juta per ekor. Dalam hal perawatan, jenis ini memiliki kebutuhan yang mirip dengan sapi Simental dan Limousin, yakni memerlukan pakan dalam jumlah besar seperti rumput, dedak, dan ampas tahu, berbeda dari sapi lokal yang umumnya lebih sederhana dalam perawatan.

Salah satu anakan jantan milik Andi Irwan kini telah berusia 14 hari. Menurutnya, sapi tersebut sudah bisa dipisah dari induknya saat menginjak usia tujuh bulan. Jika ada peternak yang berminat, ia siap melepas anak sapi tersebut dengan harga sekitar Rp15 juta.

BACA JUGA:  Babinsa Dan Masyarakat Kelurahan Pancaitana Bersatu Membangun Masjid Al-Hidayat

“Kalau sudah tujuh bulan, anak sapi bisa mandiri. Kalau ada yang serius ingin budidaya, saya siap bantu dan jual,” jelasnya.

Keberhasilan ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam pengembangan sapi unggulan di Kabupaten Bone, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi para peternak di daerah tersebut. (Aff)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.