BAREBBO, TRIBUNBONEONLINE.COM–Direktur CV. Prima Tama selaku pemilik SPBUN di Desa Watu Kecamatan Barebbo Andi Rampewali menghadirkan Kepala Kepolisian Sektor Barebbo Iptu Dodie Ramaputra SH, MH bersama dengan perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Bone untuk bersama-sama melakukan rapat koordinasi terkait dengan penyaluran BBM khusus untuk nelayan. Kegiatan ini dipandu oleh dosen muda Universitas Cahaya Prima Dr Awaluddin, M.Si. serta dihadiri puluhan warga dan nelayan hadir, Selasa (19/12/23).
“Rapat Koordinasi hari ini dilakukan karena adanya yang mengganjal di hati saya. Jujur, ada oknum yang mengaku LSM meminta agar kami memprioritaskan warga setempat. Namun itu belum bisa kami lakukan karena melanggar regulasi,” ungkap, Andi Rampewali dalam sambutannya. Dia kemudian menyampaikan, bahwa SPBUN yang ia kelolah sesuai dengan aturan memang hanya melayani kebutuhan BBM para nelayan.
Turut hadir Akademisi Universitas Cahaya Prima Dr. H.A Mamppadeng Dewang, M.Si mengatakan, apa yang menjadi harapan masyarakat terkait pelayanan tentu pemerintah mesti hadir. “Kalau dalam pemerintahan, pelayanan terhadap masyarakat sangat penting. Sama halnya permasalahan BBM ini, pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat agar ada solusi,” tegasnya
Sementara itu dari pihak Dinas Perikanan Kabupaten Bone mengapresiasi pihak pengelola SPBUN yang tetap patuh pada regulasi meski ada pihak-pihak tak bertanggungjawab melakukan tekanan. “Terkait dengan rekomendasi solar, permasalahan solar terjadi di seluruh Indonesian. Tentunya ke depan akan ada tambahan kouta,” tukasnya. Dia mengatakan untuk membutikan bahwa warga tersebut adalah nelayan yakni diberikan rekomendasi.
Kapolsek Barebbo, Iptu Dodie Ramaputra, SH, MH mengatakan, terkait dengan permasalahan solar merupakan hal dialami secara umum. “Paling penting bagaimana menjaga kamtibmas. Permasalahan BBM ini menjadi permasalahan secara umum,” ungkapnya. Dodie meminta kepada masyarakat agar melakukan upaya pemenuhan syarat secara regulasi agar kuota BBM khususnya di SPBUN Kecamatan Barebbo bisa ditambah. “Silahkan lengkapi semua persyaratan, sambil kita upayakan sama-sama agar keinginan masyarakat dapat disuarakan secara baik-baik,” tukasnya.
Salah satu perwakilan nelayan berharap agar nelayan yang berdomisili tak jauh dari SPBUN mendapatkan BBM. “Kami sebenarnya sebagai pihak nelayan tidak banyak tuntutan. Kami cuma ingin mendapatkan BBM, tak perlu banyak asal cukup digunakan untuk beraktivitas,” ungkap nelayan tersebut.
“Alasannya kuota rekomendasi telah penuh, harapan kami semoga nasib kami diperjuangkan karena ini menyangkut perut, mereka nelayan punya anak dan istri yang juga butuh makan,” tutupnya.
Adapun kesimpulan hasil rapat tersebut semua pihak mendorong agar nelayan melengkapi dokumen kemudian pihak SPBUN akan melakukan permohonan penambahan kuota sehingga harapan para nelayan setempat dapat terpenuhi. (Tamzil)