Harga Kedelai Naik, Ukuran Tahu Mengecil

oleh -100 x dibaca

SINJAI, TRIBUNBONEONLINE.COM– Harga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama produksi tahu dan tempe, yang juga menjadi makanan favorit sebagian masyarakat Kabupaten Sinjai, mengalami kenaikan.

Kenaikan harga tersebut membuat pengusaha Tahu dan Tempe mencari cara agar hasil produksinya tetap normal.

Salah satu pengusaha tahu dan tempe di Jalan Bulu Lasia, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Syamsuddin mengaku terpaksa memperkecil ukuran tahu dan tempe yang diproduksinya dan menaikkan harga jual agar usahanya tidak bangkrut.

Lenih lanjut Syamsuddin mengatakan, kedelai impor lebih dipilih karena kualitasnya bagus dan tahan lama meski harganya mahal.

BACA JUGA:  52 KUBE di Bone Dapat Bantuan Alat Pengembangan Usaha

“Kedelai impor yang kita pakai ini adalah impor dan harganya sangat mahal sekarungnya itu Rp 670.000 dan perkilonya 13.000 yang dulunya perkilo 9000 dan ukuran tempe dan tahu diperkecil ukurannya,” ungkapnya.

Syamsuddin menambahkan, kedelai impor cenderung dipilih karena kualitasnya lebih baik daripada kedelai lokal. Selain itu, harga kedelai lokal juga tidak mampu bersaing dengan kedelai impor.

Selain tingginya harga kedelai impor, perajin tahu dan tempe di Sinjai juga mengeluhkan kurangnya pembeli yang diduga diakibatkan dampak kekeringan di Kabupaten Sinjai. (Lina Sarfina)

BACA JUGA:  Pemilik Pallubasa Karebosi, H. Frits Priaman, Berbagi Cerita Tentang Perjalanan Kuliner Uniknya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.