Salat Dhuha Berjamaah Rutin Tiap Kamis Peserta Didik MI Arrahman Pajekko

oleh -672 x dibaca
Suasana Pelaksanaan Salat Dhuha.

BAREBBO, TRIBUNBONEONLINE.COM–Hal utama dalam islam adalah Ibadah salat. Bahkan karena keutamaannya, shalat merupakan tiang agama. Selain salat fardhu (wajib) yang Lima waktu, adapula salat sunnah yang bisa diamalkan oleh setiap muslim. Salah satunya adalah salat Dhuha, Kamis (09/11/2023) di MI Arrahman Pajekko.

Murid tampil ceramah setelah Salat Dhuha.

Alhamdullillah kegiatan rutin salat dhuha telah dilaksanakan oleh keluarga besar MI Arrahman Pajekko sebelum aktivitas prose Pembelajaran dalam kelas dimulai, pelaksanaan salat dhuha ini setiap Kamis pagi.

Beberapa hal dasar yang menjadi pertimbangan terlaksananya kegiatan ini agar madrasah dapat mengenalkan dan menerapkan pembiasaan dalam melaksanakan salah satu sholat sunnah, khususnya salat sunnah dhuha dengan bimbingan para guru serta Pembina keagamaan MI Arrahman Pajekko. Secara tidak langsung menjadikan amalan dan pahala yang tidak putus bagi peserta didik.

BACA JUGA:  Murid MIN 8 Bone Sabet Medali Emas di Kompetisi Tingkat Provinsi

Dengan demikian madrasah telah ikut melaksanakan program pemerintah tentang PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) yang menyatu dengan penerapan kurikulum 2013 tentang program PPK ini.

“Ternyata suasana seperti ini bisa memberikan aura/energy positif bagi semua yang ada di lingkungan madrasah. Baik bagi para guru-guru, serta Peserta Didik itu sendiri. Dengan demikian diharapkan ada semangat baru bagi para peserta didik untuk menghadapi kegiatan pembelajaran. Mereka lebih siap menerima ilmu yang baru. Hati dan pikiran Peserta Didik diharapkan lebih terbuka dalam menerima perubahan. Semua itu efek dari dahsyatnya do’a-do’a yang dipanjatkan setelah salat dhuha,” ucap Guru MI Arrahman Pajekko Muh. Said. S. PdI.

BACA JUGA:  SMKN 2 Bone Sukses Kembangkan Budidaya Cabai, Panen Siap Sambut Bupati Bone

Banyak hal yang didapat dari program ini. Selain sebagai pengembangan karakter pada aspek religius, bisa dijadikan juga dalam pengembangan karakter aspek gotong royong dimana peserta didik sebelum dan sesudah shalat menyiapkan dan membereskan kembali sarana yang telah digunakan saat shalat tanpa disuruh oleh guru. Bisa jadi masih banyak karakter-karakter positif yang bisa dibangun dari program ini.

“Semoga program ini bisa menjadi penyemangat dalam diri kita agar terus dapat menjadi insan yang berakhlak baik dan santun,” Aamiin. (Anchy Matho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.