WATAMPONE, TRIBUNBONEINLINE.COM–Perpaduan inovasi, kearifan lokal, dan kolaborasi berbuah prestasi gemilang saat mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UNIM) Bone berhasil menciptakan revolusi dalam perawatan rambut melalui Etno HairSpa. Produk unggulan ini menggunakan ekstrak herbal dari tanaman lokal seperti daun jambu biji, daun kembang sepatu, dan limbah ampas kelapa sebagai surfaktan alami dalam tonik rambut dan sampo. Prestasi ini menjadi lebih istimewa dengan kolaborasi pemberdayaan Kelompok Kerja IV Desa Ponre-Ponre, yang diwujudkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Penerapan Pengabdian Masyarakat (PM). Tidak hanya itu, mahasiswa UNIM Bone juga mencatatkan rekor luar biasa dengan memecahkan rekor 41 proposal PKM yang lolos pendanaan PKM 2023 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristekdikti).
Ide brilian ini diinisiasi oleh kelompok mahasiswa yang terdiri dari Wiwi Damayanti dari Program Studi Pendidikan Matematika, Ayunita Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Susiana Ahmad Program Studi Pendidikan Matematika berhasil menggabungkan pengetahuan ilmiah dengan kearifan lokal dalam menciptakan inovasi Etno HairSpa. Dengan mengambil manfaat dari ekstrak herbal tanaman lokal, produk ini memiliki formula alami yang mampu merangsang pertumbuhan rambut, membersihkan kulit kepala, dan memberikan nutrisi yang diperlukan oleh rambut. Produk inovatif ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi tanaman lokal yang melimpah di daerah Bone dan sekaligus mempromosikan keunikan budaya setempat.
Wiwi Damayanti, sebagai koordinator tim PKM-PM, mengungkapkan, “Kami bangga bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Desa Ponre-Ponre melalui inovasi produk perawatan rambut Etno HairSpa. Ini adalah bukti nyata bahwa kegiatan pengabdian ini menjadi inovasi yang mampu memberikan dampak langsung pada kehidupan sehari-hari. Selain itu, kami sangat bangga dapat menghadirkan sebuah inovasi Etno Hair Spa kepada masyarakat. Produk ini bukan hanya tentang kecantikan rambut, tetapi juga tentang warisan budaya dan kearifan lokal yang kami yakini memiliki potensi besar,”
Tanaman-tanaman lokal seperti daun jambu biji, daun kembang sepatu serta limbah ampas kelapa ternyata memiliki manfaat luar biasa dalam merawat dan memperkuat rambut. Tim mahasiswa melakukan riset mendalam untuk menggali sifat-sifat khusus dari tanaman-tanaman tersebut dan mengintegrasikannya ke dalam formula perawatan rambut Etno Hair Spa.
Rektor UNIM Bone, Dr. Muh. Safar M.Pd., menyambut antusias prestasi luar biasa ini, “Mahasiswa adalah aset berharga universitas kita, dan keberhasilan mereka dalam menghadirkan Etno Hair Spa adalah contoh nyata bagaimana pendidikan dapat berkontribusi langsung pada masyarakat.”
Inovasi Etno HairSpa ini bukan hanya tentang perawatan rambut, tetapi juga tentang mendorong kreativitas, membangun kolaborasi yang berarti, dan memberdayakan masyarakat. Mahasiswa UNIM Bone telah membuka jalan baru dalam dunia perawatan rambut dan menginspirasi generasi masa depan untuk terus berinovasi demi kesejahteraan bersama.
Kelolosan ini tidak lepas dari dukungan dan bimbingan dosen pendamping diantaranya Andi Srimularahmah, S.Pd.,M.Pd., Dr. A.M. Irfan Taufan Asfar, MT., M.MPd dan Dr. A. M. Iqbal Akbar Asfar , MT., M.Pd yang tak henti-hentinya memberikan bimbingan. (Ril)







