PONRE, TRIBUNBONEONLINE.COM– Pengembangan objek wisata Puncak Lima Jari di Kecamatan Ponre hingga kini belum berjalan optimal meski menyimpan potensi besar. Dukungan yang selama ini ada dari pemerintah dinilai belum maksimal sehingga pengelolaan kawasan gunung setinggi 247 Mdpl itu masih kurang efektif.
Hal tersebut disampaikan Asmarjun, Ketua Pembina Objek Wisata Petta Makkita Walie Puncak Lima Jari, dalam wawancara Selasa (9/12/2025). Ia menegaskan bahwa sebagian besar fasilitas, penataan spot foto, hingga pemeliharaan jalur tetap ditanggung melalui swadaya masyarakat.
“Ada bantuan sebelumnya, tapi belum maksimal. Akibatnya pengelolaan kurang efektif dan perkembangan kawasan tidak bisa berjalan sesuai potensi yang ada,” ujar Asmarjun.
Selain panorama alam dari puncak, Asmarjun menekankan bahwa kawasan bagian bawah Puncak Lima Jari sebenarnya memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi objek wisata agroforestry. Ia menyebut area tersebut cocok untuk penataan tanaman berkayu, edukasi lingkungan, dan integrasi wisata alam.
“Di bawah puncak ini sangat berpotensi untuk agroforestry. Kalau dikelola bersama pemerintah, bisa menjadi kawasan wisata alam sekaligus pendidikan lingkungan,” tambahnya.
Menurutnya, kebutuhan mendesak seperti perbaikan akses jalan, penambahan fasilitas dasar, dan peningkatan keamanan jalur pendakian harus menjadi perhatian pemerintah agar Puncak Lima Jari dapat berkembang lebih profesional.
Asmarjun menegaskan, masyarakat tetap berkomitmen merawat dan menjaga kawasan tersebut. Namun ia berharap pendampingan pemerintah dapat segera ditingkatkan agar Puncak Lima Jari benar-benar naik kelas sebagai destinasi unggulan Kabupaten Bone.
Penulis : Affandy







