PWI Sulsel Tunjuk Empat Plt Ketua Daerah, Ini Nama-Namanya

oleh -331 x dibaca

MAKASSAR, TRIBUNBONEONLINE.COM– Suasana santai di Warkop Kopi Setia, Jalan Irian, Kota Makassar, mendadak dipenuhi dinamika organisasi yang hangat pada Rabu (21/10/2026). Di tengah wangi seduhan kopi, jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan duduk bersama menggalang konsolidasi guna merespons isu krusial: kekosongan tampuk kepemimpinan PWI di beberapa wilayah.

Agenda strategis ini dipimpin langsung Ketua PWI Sulsel Ir. H. Suwardi Thahir, M.I.Kom, dihadiri Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, Dewan Kehormatan, serta jajaran pengurus PWI Sulsel lainnya. Fokus utama pertemuan ini difokuskan pada satu misi: menjamin mesin organisasi tetap melaju kencang meski pucuk pimpinan di tingkat daerah sempat tak berpenghuni.

Melalui perbincangan mendalam, forum rapat menyepakati penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI untuk empat wilayah kabupaten di Sulsel yang tengah mengalami kekosongan, yaitu:

  • Ikhsan DJ memegang mandat Plt PWI Gowa.
  •  Mappiar HS ditunjuk memimpin Plt PWI Maros.
  • H. A. Asdar memperkuat posisi Plt PWI Bone.
  • A. Fas Rahmat diamanahkan sebagai Plt PWI Wajo.
BACA JUGA:  Tumpuk Material Bangunan Makan Badan Jalan, Polantas Bone Tegur Penanggung Jawab Proyek

Pengisian posisi ini merespons kekosongan pimpinan yang sebelumnya dijabat oleh:

  • Muh. Arman K. Sewang (eks Ketua PWI Gowa)
  •  Mukhlis Amans Hady (eks Ketua PWI Maros)
  •  Suparman Warium (eks Ketua PWI Bone)
  •  H. Rukman Nawawi (eks Ketua PWI Wajo)

Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sulsel, H. Mappiar HS, menegaskan, penetapan Plt ini bertumpu pada tanggung jawab besar. “Langkah ini bukan sekadar pengisian administratif. Roda organisasi tidak boleh mandek; Plt hadir agar program kerja berlanjut dan anggota tetap terayomi. Tugas utama Plt adalah mengawal persiapan Konferensi Cabang demi melahirkan ketua definitif di daerahnya masing-masing,” tegasnya.

BACA JUGA:  Developer Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Menata Permukiman Bone

Ia juga menggarisbawahi, aspek rekam jejak serta integritas menjadi barometer utama pemilihan Plt. Mappiar mengingatkan, wadah para insan pers ini wajib terbebas dari kepentingan individual dan harus menempatkan kapasitas serta komitmen menjaga marwah PWI di atas segalanya.

Diskusi berjalan interaktif dan sarat gagasan. Sejumlah peserta rapat mengingatkan bahwa eksistensi PWI di daerah merupakan benteng utama dalam mengawal profesionalisme wartawan. Momen kekosongan kepemimpinan ini dipandang sebagai ujian nyata bagi kesolidan jajaran pengurus.

Di tengah jalannya perdebatan, muncul pemahaman kolektif: PWI dituntut untuk selalu hadir sebagai rumah pelindung wartawan, menjaga independensi insan pers, serta konsisten menjadi mitra kritis pengawal demokrasi.

BACA JUGA:  Ops Keselamatan Hari Ke-3, Sat Lantas Polres Bone Gencarkan Sosialisasi

Langkah cepat PWI Sulsel ini menjadi pijakan penting bagi masa depan organisasi. Kehadiran para Plt diharapkan sanggup menjaga kontinuitas kerja serta memastikan para jurnalis di daerah memiliki wadah yang solid dan menguatkan.

“Kekosongan kepemimpinan bukanlah titik henti, melainkan gerbang awal menuju konsolidasi yang lebih kuat. PWI Sulsel berkomitmen penuh bahwa organisasi wajib bergerak maju, program terus berjalan, dan marwah insan pers tidak boleh pernah padam,” tutup Mappiar. (*/dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.