Festival Lampu’ Toa’e Hidupkan Warna Budaya Sulawesi Selatan 

oleh -635 x dibaca

KAJUARA, TRIBUNBONEONLINE.COM– Riuh seni, tarian, dan ekspresi budaya yang mewarnai Festival Budaya Maritim Lampu Toae yang berlangsung pada 27-29 September 2026 di Pantai Lampu’ Toa’e Desa Angkue Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone menjadi bagian dari rangkaian Gau Maraja Sulawesi Selatan, kegiatan tersebut berlangsung meriah dan lancar serta mendapat antusiasme masyarakat.

Festival ini menghadirkan beragam kegiatan kebudayaan, termasuk lomba tari antar sekolah serta penampilan para pegiat seni dan budaya. Kehadiran para pelajar dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri karena memperlihatkan bagaimana tradisi lokal dapat terus diperkenalkan kepada generasi muda melalui ruang kreativitas.

Bagi para pelaku seni, festival budaya bukan sekadar pertunjukan. Di dalamnya terdapat pesan tentang pentingnya menjaga identitas, nilai, dan warisan leluhur agar tidak terputus oleh perubahan zaman.

BACA JUGA:  UPT SD Inpres 7/83 Pacing Gelar Evaluasi Akhir untuk Murid Kelas VI

Salah satu sanggar yang mendapatkan kepercayaan untuk terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Sanggar Sangdara Bone. Bagi pendirinya, Andi Vavan, kepercayaan pemerintah daerah tersebut merupakan sebuah bentuk apresiasi yang memiliki makna penting bagi perjalanan sanggar dalam mengembangkan seni dan budaya.

“Kepercayaan yang diberikan pemerintah daerah kepada Sanggar Sangdara Bone merupakan salah satu apresiasi yang sangat tinggi bagi kami. Ini menjadi energi dan motivasi untuk terus berkarya serta menjaga budaya yang diwariskan oleh leluhur,” ujar Andi Vavan.

Menurut Andi Vavan, keterlibatan sanggar dan komunitas budaya dalam berbagai agenda daerah menjadi penting karena pelestarian kebudayaan membutuhkan ruang aktualisasi. Terlebih, generasi muda perlu diberikan kesempatan untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku kebudayaan.

la menilai sekolah, sanggar seni, komunitas budaya, pemerintah daerah, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga keberlangsungan budaya.

BACA JUGA:  Tumbuhkan Semangat Cinta Tanah Air Lewat Moment HUT Ke-79 RI & HUT Ke 63 Pramuka Di Kec. Cina

“Kalau kita ingin budaya tetap hidup, maka anak-anak muda harus diberi ruang untuk. mengenal dan mencintainya. Mereka harus diberi kesempatan untuk belajar, berlatih, tampil, dan kemudian meneruskan apa yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya,” katanya.

Merawat Warisan, Menyiapkan Masa Depan. Festival Budaya Maritim Lampu Toae menjadi gambaran bahwa kekayaan budaya Sulawesi Selatan masih memiliki tempat kuat di tengah masyarakat. Seni tari, musik, tradisi, dan berbagai ekspresi kebudayaan tidak hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi.

Festival Budaya Maritim Lampu Toae Rangkaian Gau Maraja Sulawesi Selatan, juga dapat menjadi bagian dari kehidupan generasi masa kini.

Andi Vavan berharap semangat tersebut dapat terus dipelihara dan kegiatan kebudayaan serupa semakin sering digelar dengan melibatkan lebih banyak generasi muda.

BACA JUGA:  Camat Kajuara Dukung Gerakan Ayah Mengambil Rapor di SD 263 Awang Tangka 

“Semoga kegiatan seperti ini terus dipelihara dan dikembangkan. Jangan sampai generasi kita mengenal budaya leluhurnya hanya dari buku sejarah. Mereka harus melihat, merasakan, mempelajari, bahkan ikut menjadi bagian dari pelestariannya,” ujarnya.

la menambahkan bahwa menjaga budaya bukan berarti menolak perkembangan zaman. Sebaliknya, budaya harus mampu berjalan bersama zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

“Warisan leluhur tidak akan hidup hanya karena kita mengenangnya. la akan tetap hidup ketika generasi muda mau mempelajari, mencintai, dan meneruskannya,” pungkas Andi Vavan,

Festival Budaya Maritim Lampu Toae pun meninggalkan pesan bahwa kebudayaan bukan sekadar seremoni, melainkan jembatan yang menghubungkan masa lalu, kehidupan hari ini, dan masa depan generasi Sulawesi Selatan. (Julfiadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.