KAJUARA, TRIBUN BONEONLINE.COM– Gelaran Festival Budaya Maritim Lampu Toae 2026 menjadi panggung penegasan komitmen dalam menjaga akar identitas dan warisan leluhur. Di tengah semarak perayaan maritim tersebut, refleksi mendalam disampaikan oleh Ketua Sangdara, Wiwi, bersama Pembina, Iccang, yang menyerukan pentingnya memelihara nilai-nilai lokal di tengah tantangan zaman.
Dalam pesannya, Ketua Sangdara Wiwi dan Pembina Iccang menyoroti Ajuara filosofi hidup yang tertanam kuat dalam tradisi tanah kelahiran. Filosofi ini dimaknai sebagai simbol ketangguhan untuk terus tumbuh, berakar, dan memberikan kehidupan bagi generasi penerus.
“Sekali lagi kita seret semua harapan ke langit-langit mimpi yang menjulang,” ujar mereka mengutip refleksi perayaan tersebut.
“Ajuara yang menjadi filosofi tanah kelahiran kita, tumbuh menjulang, maddaung maccolli’ lolo, walau gagak bersiul dan menari di atas pohonya.” pesannya
Pesan mendalam tersebut menegaskan bahwa dinamika dan tantangan yang menyertai perjalanan kebudayaan tidak boleh menghentikan langkah masyarakat untuk melestarikan nilai-nilai maritimnya.
Metafora maddaung maccolli’ lolo (tumbuh rimbun berdaun dan bertunas muda) menggambarkan optimisme bahwa tradisi lokal akan terus bertunas dan memberi manfaat dari waktu ke waktu.
Festival Budaya Maritim Lampu Toae 2026 bukan sekadar ajang perayaan visual dan bahari, melainkan juga wadah pemersatu generasi muda untuk kembali mengenali identitas diri.
Melalui kolaborasi seluruh pihak, ajang ini diharapkan terus tumbuh kokoh menjadi benteng kelestarian budaya maritim di tanah kelahiran. (Julfiadi)







