Tak Instan, Ini Jejak Edy Saputra Syam dari Aparat Kelurahan hingga Pj Sekda Bone

oleh -75 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Usianya masih relatif muda untuk berada di pucuk birokrasi pemerintahan daerah. Namun, perjalanan karier Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk mengemban tanggung jawab besar dalam pemerintahan.

Senin, 28 September 2026, menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan karier birokrat kelahiran 1991 itu. Edy resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, menggantikan Hj. Andi Tenriawaru, SP., M.Si.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan langsung oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, disaksikan Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, di Rumah Jabatan Bupati Bone.

Penunjukan tersebut sekaligus menempatkan Edy sebagai salah satu birokrat termuda yang menduduki jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone.

Jabatan itu tentu bukan sekadar capaian administratif. Di baliknya, terdapat perjalanan panjang yang ditempuh Edy sejak berada di level pemerintahan paling dekat dengan masyarakat hingga dipercaya menangani sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone.

Alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) itu mengawali kiprahnya sebagai aparatur di Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang. Dari lingkungan pemerintahan tingkat kelurahan, perjalanan kariernya perlahan berkembang. Namanya mulai diperhitungkan ketika dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Subbagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) pada masa kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Fahsar Mahdin Padjalangi, M.Si.

Di posisi tersebut, Edy bersentuhan langsung dengan berbagai agenda pimpinan daerah. Kemampuan komunikasi, ketelitian, serta ketanggapannya dalam menjalankan tugas-tugas protokoler menjadi bagian dari perjalanan yang kemudian membentuk pengalaman birokratisnya.

Setelah menjalankan tugas di Prokopim, Edy mendapat promosi sebagai Sekretaris Camat Tanete Riattang. Bersama Camat Andi Kumala Dewi Salahuddin, ia ikut mendorong berbagai capaian pemerintahan di wilayah tersebut.

BACA JUGA:  Bupati Bone Lepas Jenazah Kepala Bapenda Provinsi Ke Peristirahatan Terakhirnya

Salah satu yang menonjol adalah keberhasilan dalam urusan pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kecamatan Tanete Riattang kala itu mencatat pelunasan PBB tercepat dari 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Bone.

Pengalaman tersebut mengantarkan Edy pada amanah berikutnya sebagai Camat Bengo. Di tengah tugasnya memimpin pemerintahan kecamatan, ia tidak hanya berhadapan dengan persoalan administratif, tetapi juga dituntut membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Salah satu indikator yang kemudian menjadi catatan adalah hasil Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Triwulan II 2025. Kecamatan Bengo mencatat angka 99,26 dengan predikat A atau sangat baik.

Capaian tersebut menjadi bagian dari rekam perjalanan Edy sebelum kembali dipercaya mengemban tanggung jawab di tingkat kabupaten.

Ketika pemerintahan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mulai berjalan, Edy juga mendapat kepercayaan sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bone. Tugas tersebut bukan perkara ringan. BKPSDM bersentuhan langsung dengan pengelolaan aparatur, termasuk proses pengisian jabatan yang kosong.

Pengalaman Edy di berbagai lini birokrasi menjadi modal dalam menjalankan tugas tersebut. Proses pengisian sejumlah jabatan eselon III dan IV yang sebelumnya menjadi pekerjaan rumah dapat dituntaskan. Ia juga dipercaya memimpin proses lelang jabatan untuk enam posisi struktural yang sempat lowong.

Perjalanan itu berlanjut pada 16 Juli 2025. Pada hari tersebut, Edy Saputra Syam dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Kepala BKPSDM Kabupaten Bone oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman di Aula Lateya Riduni. Usianya yang masih muda membuat penunjukan itu menjadi salah satu catatan tersendiri dalam perjalanan birokrasi Bone.

BACA JUGA:  Cegah Laka Lantas, Satlantas Polres Bone Tindak Tegas Kendaraan ODOL

Namun, amanah tersebut kemudian kembali berkembang. Sebelum akhirnya dipercaya sebagai Pj. Sekda Bone, Edy juga pernah mendapat tugas sebagai Plt. Sekretaris DPRD Kabupaten Bone, kemudian dipercaya sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone. Penunjukan sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan setelah Drs. A. Fajaruddin, MM memasuki masa purna bakti sebagai ASN pada 1 Oktober 2025.

Berbagai penugasan tersebut membuat perjalanan karier Edy relatif cepat. Dari kelurahan, kecamatan, lingkungan sekretariat pemerintahan, hingga sejumlah perangkat daerah strategis, pengalaman itu kini menjadi bekal ketika ia berada di posisi Sekretaris Daerah.

Usai dilantik sebagai Pj. Sekda Bone, Edy menyadari bahwa jabatan tersebut membawa tanggung jawab yang besar. Ia meminta dukungan dan doa agar amanah yang diberikan kepadanya dapat dijalankan dengan baik. “Yang pertama, mohon doanya. Semoga amanah yang diberikan pimpinan kepada saya bisa saya jalankan dengan baik,” kata Edy seusai pelantikan.

Ia menegaskan akan berupaya menerjemahkan visi dan misi Bupati Bone ke dalam program-program yang dapat dijalankan oleh seluruh perangkat daerah.

Menurutnya, salah satu tugas utama sebagai Pj. Sekda adalah memastikan program yang telah dijanjikan pemerintah kepada masyarakat dapat terlaksana dengan baik. “Tugas sebagai Penjabat Sekretaris Daerah adalah bagaimana caranya memastikan semua program yang Bapak Bupati sudah janjikan ke masyarakat itu bisa terlaksana dengan baik dan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujarnya.

Tantangan lain sudah menanti. Pemerintah Kabupaten Bone berada pada tahapan pembahasan APBD Perubahan dan agenda penganggaran lainnya. “Saya tinggal melanjutkan. Tentu sudah ada pembahasan oleh TAPD sebelumnya, sehingga nanti kita lihat bagaimana perjalanannya. Setidaknya apa yang sudah berjalan, itu akan kita lanjutkan,” katanya.

BACA JUGA:  SAKERNAS Agustus Datang Lagi, BPS Kabupaten Sinjai Siapkan 24 Petugas

Di balik perjalanan birokrasi Edy, terdapat lingkungan keluarga yang juga dekat dengan dunia pendidikan dan organisasi. Ayahnya, Almarhum Syamsuddin, S.Pd, merupakan purna bakti ASN Dinas Perindustrian. Setelah memasuki masa pensiun, Syamsuddin aktif dalam kegiatan kepramukaan dan kini dipercaya sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan tingkat Kwarcab Bone hingga beliau tutup usia.

Sementara ibunya, almarhumah Hj. Hamriani, S.Pd, semasa hidup dikenal sebagai pengawas sekolah di Kecamatan Tanete Riattang Timur. Ia juga aktif dalam kegiatan kepramukaan. Lingkungan keluarga tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup Edy yang kemudian membawanya pada dunia pemerintahan dan organisasi.

Kini, di usia yang masih relatif muda, Edy Saputra Syam berdiri di salah satu simpul penting birokrasi Kabupaten Bone. Dari Kelurahan Biru hingga Rumah Jabatan Bupati Bone, perjalanan itu memperlihatkan satu garis yang sama: tanggung jawab yang datang silih berganti dan tuntutan untuk terus beradaptasi.

Pelantikan sebagai Pj. Sekda bukanlah akhir dari perjalanan tersebut. Justru, jabatan baru ini membuka babak berikutnya ketika pengalaman yang dikumpulkan sejak level pemerintahan paling bawah akan diuji dalam ruang birokrasi yang lebih luas.

Di tengah tuntutan percepatan program pemerintah daerah, pengelolaan aparatur, serta pelayanan publik, Edy kini memiliki tugas untuk memastikan roda birokrasi Bone tetap berjalan dan berbagai agenda pemerintahan dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata bagi masyarakat. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.