Bupati Bone Terima Penghargaan TPID Awards 2026, Apresiasi Sinergi Pengendalian Inflasi

oleh -24 x dibaca

BONE, TRIBUNBONEONLINE.COM–Pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik tetap berada dalam batas yang terkendali. Di baliknya ada ketersediaan bahan pangan, stabilitas harga di pasar, koordinasi antarlembaga, hingga kerja bersama pemerintah dan masyarakat.

Upaya itulah yang membawa Kabupaten Bone kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pemerintah Kabupaten Bone meraih penghargaan TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik 2026 dalam ajang TPID Awards 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, yang hadir mewakili Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM.

Empat hari berselang, penghargaan itu dibawa pulang ke Bone. Wakil Bupati Bone bersama Kepala Bagian Ekonomi Setda Bone, A. Padauleng, S.STP., M.Si, menyerahkan penghargaan tersebut kepada Bupati Bone di Rumah Jabatan Bupati Bone, Senin (28/9/2026).

Namun, penghargaan itu tidak semata-mata menjadi simbol keberhasilan pemerintah daerah. Ada kerja panjang Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang menjadi bagian penting di balik pencapaian tersebut.

Bone Unggul di Kawasan Sulawesi

Kepala Bagian Ekonomi Setda Bone, A. Padauleng, menjelaskan bahwa penilaian TPID Awards dilakukan berdasarkan kawasan. Indonesia dibagi ke dalam lima kawasan, yakni Sumatra, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, serta Nusampua. Bone berhasil menjadi juara pertama untuk kawasan Sulawesi dalam kategori TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik.

BACA JUGA:  Pj Gubernur Sulsel Kunjungi Desa Ulaweng Cinnong Bone 

Menariknya, capaian tersebut tidak berhenti pada kemenangan di tingkat kawasan. Dari para juara kawasan, dilakukan kembali penilaian dan Bone masuk dalam tiga daerah dengan nilai terbaik secara nasional. “Bone juara satu sekawasan Sulawesi. Namun saat pengumuman, yang diambil adalah tiga nilai terbaik. Bone masuk di dalamnya lagi. Jadi di antara juara satu kawasan pun kita masih unggul,” jelas Padauleng.

Menurutnya, ada sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam penilaian. Salah satunya adalah bagaimana seluruh unsur dalam TPID membangun kolaborasi dan menjalankan perannya secara bersama-sama. Bukan hanya hasil akhir inflasi yang menjadi ukuran. Sinergitas, pelaporan, roadmap pengendalian inflasi, serta keaktifan tim dalam berbagai kegiatan turut menjadi bagian dari penilaian. “Yang dinilai adalah sinergitas, pelaporan, bagaimana kita aktif. Yang jauh-jauh itu adalah kolaborasi kita yang dinilai,” ujarnya.

Bagi TPID Bone, menjaga inflasi bukan pekerjaan satu instansi. Stabilitas harga membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari perangkat daerah hingga unsur lainnya yang berkaitan dengan ketersediaan dan distribusi kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA:  Bupati Bone Ajak Pemuda Jadi Penggerak Utama Inovasi dan Perubahan

Padauleng menyebut tingkat inflasi Bone yang relatif terkendali menjadi salah satu indikator yang mendukung capaian tersebut. “Indikator Bone, tingkat inflasinya itu rata-rata, tidak terlalu di bawah, tidak terlalu di atas. Ini berkat kolaborasi dari semua tim TPID, termasuk bagaimana pelaporan kita dan roadmap kita,” katanya.

Ia juga menyoroti konsistensi jajaran TPID Bone dalam menjalankan agenda pengendalian inflasi secara bersama-sama. Menurutnya, kehadiran berbagai unsur secara kolektif dalam kegiatan TPID menjadi salah satu hal yang mendapat apresiasi dalam penilaian. “Yang diapresiasi adalah bagaimana setiap kita hadir selalu bersama-sama dengan tim. Jadi kolaborasinya itu bagus sekali,” tuturnya.

Capaian Bone sekaligus menjadi bagian dari prestasi Sulawesi Selatan dalam ajang tersebut. Selain Bone sebagai daerah dengan kategori Berkinerja Terbaik, Kabupaten Enrekang juga meraih penghargaan sebagai Kabupaten Berprestasi. Sementara Kota Makassar memperoleh penghargaan pada kategori TP2DD.

Penghargaan untuk Kerja Bersama

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih tersebut. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

BACA JUGA:  Jambore BerAmal 2025, Bupati Target Tiga Besar Nasional Produktivitas Pertanian

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja bersama antara pemerintah daerah, Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat. “Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergi seluruh pihak di Kabupaten Bone. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bone, penghargaan TPID Awards 2026 bukan sekadar capaian administratif. Penghargaan tersebut menjadi penanda bahwa koordinasi dan kolaborasi yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan hasil di tingkat nasional.

Ke depan, capaian tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi TPID Bone untuk terus memperkuat langkah pengendalian inflasi. Terutama dalam memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjaga, ketersediaan pangan bagi masyarakat tetap aman, serta roda perekonomian daerah terus bergerak.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan pengendalian inflasi bukan hanya tercermin dari sebuah penghargaan. Ukuran terpentingnya adalah ketika masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang relatif terjangkau dan pasokan yang tetap tersedia. (Ag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.